Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
1. Pilihan Tempat Belanja

2. Skala Prioritas: Bedakan Keinginan dan Kebutuhan
Seringkali, godaan diskon membuat kita membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Mulailah dengan membuat daftar kategori utama:
-Kebutuhan Pokok: Beras, minyak goreng, dan bahan bumbu untuk hidangan khas Lebaran.
-Kamar Tamu & Jamuan: Kue kering, minuman segar, dan stok camilan untuk kerabat yang berkunjung.
-Sandang: Pakaian baru (jika diperlukan) atau perlengkapan ibadah seperti mukena dan sarung.
-Zakat & Sedekah: Ini adalah prioritas utama yang harus dialokasikan sebelum belanja barang lainnya.

3. Strategi "Curi Start" untuk Bahan Pangan yang awet
Harga bahan pangan biasanya melonjak tajam h-3 sebelum Lebaran. Untuk menyiasatinya, Kita bisa membeli bahan-bahan kering atau bumbu dapur instan jauh-jauh hari.
Bahan protein seperti daging sapi atau ayam juga bisa dibeli seminggu sebelumnya dan disimpan dengan teknik pembekuan (frozen) yang benar agar kualitasnya tetap terjaga.
4. Manfaatkan Promo Digital & Cashback
Di era serba digital ini, manfaatkan aplikasi perbankan atau dompet digital untuk memburu promo.
Banyak supermarket besar bekerja sama dengan bank tertentu untuk memberikan potongan harga atau cashback yang lumayan. Jangan ragu untuk membandingkan harga antar marketplace jika kita memilih belanja secara online untuk menghindari kerumunan penuh sesak saat belanja.
5. Bijak Mengatur Budget (Anti-Thrifting Trap)
Menerima Tunjangan Hari Raya (THR) bukan berarti semua harus dihabiskan untuk konsumsi. Terapkan prinsip 50-20-20-10
-50% untuk kebutuhan Lebaran dan operasional.
- 20% untuk tabungan
-20% untuk dana darurat pasca-Lebaran.