Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Lebaran tinggal beberapa hari lagi, tapi rasanya masih mager untuk belanja kebutuhan idul Fitri. Sementara gawai sudah penuh resep kue kering.
Membayangkan toko penuh, berdesak-desakan, dari antre parkir sampai kasir. Ditambah cuaca cerah dengan panas ekstrem dalam kondisi berpuasa. Hohoho..
Beruntung sebelum puasa, sembako seperti minyak, gula dan beras sudah beli banyak sekalian. Tapi bahan baku kue lebaran baru ada coklat dan keju. Masih perlu beli mentega atau margarin, gula halus, terigu, maizena, tapioka. Duh membayangkan kepadatan toko bahan kue saja sudah pusing sendiri.
Awalnya pengin beli kue yang sudah jadi saja, tapi kok kurang puas. Lagian kok terasa mahal. Mau beli biskuit, juga tidak terlalu suka. Pernah punya biskuit yang kaleng kotak nggak habis sampai 2 tahun, akhirnya dibuang. Mubazir. Sayang sekali.
Sebenarnya, di grosir ini juga tersedia makanan khas daerah seperti brem, bumbu pecel, manco, putil, bahkan Bluder. Tapi kalau belum membuat kue lebaran rasanya belum afdol.

Kalau kue buatan sendiri, enak nggak enak ya dihabiskan sendiri kalau tidak diminati tamu. Hihihi...
Sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, terbiasa membuat kue lebaran sendiri. Kacang bawang, kacang telur, emping, tinggal menggoreng.
Mungkin ada yang bilang, kue lebaran hanya pemborosan. Kue lebaran Tidak sehat, penuh kandungan gula dan lemak. Tidak perlu menyediakan bertoples- toples kue. Mungkin itu untuk orang yang tidak mempunyai tradisi lebaran saling mengunjungi, dan tidak punya sanak saudara. Jadi meja tamu kosong ya santai-santai saja. Lebaran tidak ada bedanya dengan hari biasa. Mungkin begitu, ya? Hehehe...
Menjelang Idul Fitri, suasana pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional biasanya mulai dipadati masyarakat. Belanja kebutuhan Lebaran sudah menjadi tradisi tahunan yang melambangkan persiapan menyambut hari kemenangan dengan penuh sukacita.
Agar momen belanja Anda tetap nyaman, produktif, dan tidak menguras kantong secara berlebihan, yuk ikuti tips berikut.
1. Pilihan Tempat Belanja

2. Skala Prioritas: Bedakan Keinginan dan Kebutuhan
Seringkali, godaan diskon membuat kita membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Mulailah dengan membuat daftar kategori utama:
-Kebutuhan Pokok: Beras, minyak goreng, dan bahan bumbu untuk hidangan khas Lebaran.
-Kamar Tamu & Jamuan: Kue kering, minuman segar, dan stok camilan untuk kerabat yang berkunjung.
-Sandang: Pakaian baru (jika diperlukan) atau perlengkapan ibadah seperti mukena dan sarung.
-Zakat & Sedekah: Ini adalah prioritas utama yang harus dialokasikan sebelum belanja barang lainnya.

3. Strategi "Curi Start" untuk Bahan Pangan yang awet
Harga bahan pangan biasanya melonjak tajam h-3 sebelum Lebaran. Untuk menyiasatinya, Kita bisa membeli bahan-bahan kering atau bumbu dapur instan jauh-jauh hari.
Bahan protein seperti daging sapi atau ayam juga bisa dibeli seminggu sebelumnya dan disimpan dengan teknik pembekuan (frozen) yang benar agar kualitasnya tetap terjaga.
4. Manfaatkan Promo Digital & Cashback
Di era serba digital ini, manfaatkan aplikasi perbankan atau dompet digital untuk memburu promo.
Banyak supermarket besar bekerja sama dengan bank tertentu untuk memberikan potongan harga atau cashback yang lumayan. Jangan ragu untuk membandingkan harga antar marketplace jika kita memilih belanja secara online untuk menghindari kerumunan penuh sesak saat belanja.
5. Bijak Mengatur Budget (Anti-Thrifting Trap)
Menerima Tunjangan Hari Raya (THR) bukan berarti semua harus dihabiskan untuk konsumsi. Terapkan prinsip 50-20-20-10
-50% untuk kebutuhan Lebaran dan operasional.
- 20% untuk tabungan
-20% untuk dana darurat pasca-Lebaran.
-10 % untuk kewajiban (zakat, utang, atau cicilan)

Jika berencana belanja langsung ke pasar atau mal, pilihlah waktu di pagi hari saat toko baru buka. Saya sudah membuktikan, di samping cuaca masih teduh, suasana di dalam tempat belanja tidak terlalu sesak, dan kasir juga antrean nya wajar, tidak padat dan mengular.
Bisa juga jika kita sedang berhalangan, bisa mencuri waktu belanja saat jam shalat tarawih untuk menghindari puncak kepadatan pengunjung.

Belanja Idul Fitri sejatinya adalah persiapan untuk merayakan kebersamaan. Dengan perencanaan yang matang, kita tidak hanya mendapatkan barang yang berkualitas, tetapi juga ketenangan pikiran karena keuangan tetap terkendali.
Yuk intip suasana belanja di grosir saat H-5 lebaran dalam video berikut.
Sumber: YouTube @Isti Yogiswandani channel
#Ramadan Bercerita 2026 hari 28
#Belanja Kebutuhan Idul Fitri