Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Perjalanan menuju air terjun parijotho bukan rute yang mudah, butuh pengenalan medan, kehati-hatian, dan waspada tentunya.
Mas Nanang yang memintakan ijin pada penduduk untuk kami numpang parkir dan numpang ke kamar mandi. Sedang untuk tidur, kami bisa tidur di mobil. Sebagai camper Van, mobil Mas Mul dan Mas Kelik sudah disetting untuk tidur dengan nyaman. Sedang mobil suami masih original, tapi di atas ada tenda RTT yang bisa dibuka dan dimanfaatkan untuk tidur.
Setelah berkenalan dan ngobrol sejenak bersama keluarga Pak Jumangin, kami mohon ijin untuk tidur agar besok pagi lebih fit saat harus melakukan perjalanan ke air terjun parijotho. Kata Mas Nanang kita berangkat sekitar pukul 07.30, usai sarapan biar nggak lemes di perjalanan.

Suami malah masih ingin melanjutkan mengobrol, ya sudah terserah. Aku agak bingung mau tidur di mana.sementara suami malah melanjutkan mengobrol, tidak berpikir besok kita harus bangun pagi dan butuh istirahat tidur yang cukup.
Akhirnya aku menyetting kursi depan menjadi tempat tidur dengan sedikit menidurkan kursi. Lumayan empuk dan nyaman. Ada bantal leher juga. Aku terlelap.
"Dek, bantu Aku mindahin barang ke belakang semua. Aku mau tidur di mobil juga!"
Aku terjaga, kulirik jam di hape menunjuk pukul 00.37. Sudah hampir dini hari, nyuruh Aku angkut-angkut barang seabrek. Sungguh terlalu!

Aku pura-pura nggak dengar. Suami masih teriak-teriak. Aku diam saja. Hihihi...
Salah sendiri, kenapa waktu tadi tidak segera menata tempat untuk tidur, malah ngobrol SKSD.