Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
"Mrika!" Pak Jumangin menunjuk arah timur kalau nggak salah. Aku agak disorientasi arah di sini.
"Nggih Pak. Matur nuwun!" Pak Jum sudah bergegas, sementara suami tidak turun- turun juga.
"Mas, jadi ke Musala nggak?" Aku mulai tak sabar.
Akhirnya suami turun juga dengan wajah kuyu, pucat dan kusut
"Kepala ku pusing!" Katanya.
"Lha terus mau gimana? Mau tidur lagi atau ke Musala?"
"Iya, ke Musala."
"Ya, sudah, cepat turun, nanti keburu qomat!"
Akhirnya turun juga, tapi masih bingung nyari sandal, lupa naruhnya. Akhirnya nekat, mencomot sandal Pak Jumangin di teras.
"Eh, sandal siapa tuh?"
"Alah, pinjam sebentar!"