Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Alhamdulillah, akhirnya menjelang sampai di lokasi kita bertemu jalan raya yang sebenarnya bisa kita lewati tanpa perlu blusukan lewat rute yang huhuy dan membuat sport jantung.
Nggak apa-apa, pengalaman tak terlupakan, tentunya.
Sampai di lokasi, semua ketidak nyamanan terobati melihat view air terjun yang begitu dekat dan memancarkan aura kesejukan meski siang yang panas cukup menyengat. Ruang hijau yang tersisa benar-benar mewujudkan keasrian alam yang semakin langka.
Wisata air terjun Ngargoyoso waterfall ini adalah area camping ground, jadi untuk HTM sebesar 30 ribu/orang tidak lah mahal karena sudah termasuk sewa lahan untuk sehari semalam dan langsung sampai di air terjun. Sedang loket yang di atas, HTM cuma 20 ribu, tapi harus turun dulu lewat sekitar 200 anak tangga, baru sampai di air terjun.
Kalau tidak membawa perlengkapan berkemah/camping, kita bisa menyewa di lokasi wisata pada petugas yang jaga di basecamp masuk lokasi wisata ini.
Ada Mas Luky yang ramah dan santun melayani pertanyaan dan kebutuhan para wisatawan.
Tapi ujian ternyata belum berakhir.
"Pak, mobilnya silakan boleh turun ke area camping untuk menurunkan barang bawaan, kalau sudah, mobilnya dibawa naik dan parkir di sini!" Petugas dari tempat wisata memandu kami dengan ramah dan santun.
"Whats? Lha ini RTT sama auning nempel di mobil. Kalau mobilnya terpisah jauh bagaimana?"
Aku kaget setengah pingsan. Biasanya mobil nempel dekat tenda, jadi kalau perlu apa-apa tinggal buka pintu dan ambil barang yang dibutuhkan.