Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Akhirnya selesai berbenah, meski untuk komunitas camper Van, kondisi seperti ini enggak banget. Kami baru sadar, kali ini kita bersama komunitas Camping Adventure Family (CAF), bukan camper Van, jadi anggap saja ini sisi "adventure" nya. Jadi kita nikmati saja, dan tidak lupa sesuai semboyan CVI, selalu berpikir positif. Wokey lah!
Suasana panas berangsur meredup, seperti emosi kita yang berangsur turun kembali ke kondisi normal.

Tante Etik merebus sayuran untuk pecel, kebetulan lauk dan nasinya sudah ada. Apalagi Tante Etik membawa sekresek peyek tholo dan teri yang sangat pas menjadi teman menikmati nasi pecel.
Kami menikmati makan siang yang agak telat, sudah sekitar pukul 14.00. Nikmat nya menikmati makan di alam, ditemani gemericik air sungai yang mengalir dan meluncur di antara batu-batu besar.
Sementara kicau burung semakin kental menghadirkan suasana alam. Ruang hijau yang tersisa memberi oksigen yang berlebih dan meredam hati dan kepala yang sempat mendidih.

Usai berwudhu dan melaksanakan salat duhur yang agak mendekati waktu ashar, suasana semakin teduh. Baru bisa menikmati keindahan alam di depan tenda.
Sungai yang masih alami, gemuruh aliran air, dan gemercik aliran kecil membawa suasana istimewa yang diam-diam menelusup ke dalam dada.

Dua ekor burung bergerak bebas mematuk makanan di rerumputan di depan tenda. Membuat Aku merasa benar-benar berada di alam. Menikmati ruang hijau yang tersisa di wisata dan camping ground Ngargoyoso waterfall.