Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Sekelumit Komedi Pagi di Wulung Gunung: Salah Paham Jadi Berkah

15 September 2026   13:08 Diperbarui: 15 September 2026   13:10 266 5 4

"Silakan!" Pak Tulus ikut mempersilakan, dan mengajak kami ngobrol. Sampai di sini Aku mulai ragu, dan berusaha menjelaskan bahwa kami sedang mencari sarapan. Tapi kuurungkan, karena sepertinya ini bukan warung nasi. Tapi kami sedang dijamu sebagai tamu. 

Tak lama, Bu Narti(Ibu yang sepuh) keluar lagi dan membawa kue-kue basah. Duh, Aku semakin nggak enak. "Gimana ini?"

"Ayo dicicipi. Ini ada getuk, jemblem, onde-onde..!"

"Waduh, sampun Bu. Ini sudah banyak banget!" Kataku semakin nggak enak.

Akhirnya kucobain juga kuenya, dan ku habiskan kopiku. Eh, tak lama Bu Narti masuk dan keluar lagi membawa seteko teh dan setoples gula. Ya ampun...!" Sepertinya kita harus cepat pamit nih.

Tapi obrolan masih asyik, ngobrol tentang sayuran yang banyak ditanam penduduk. Ada bunga kol, buncis, cabe, tomat, bawang prey.

"Ini ada sayuran kalau mau dimasak di tenda!" Bu Narti kembali membawa satu tas kresek berisi sayuran. Bunga kol, buncis, cabe, tomat dan daun bawang.

"Sampun Bu. Wah, jadi ngerepotin nih. Kami nggak enak!"

"Nggak papa. Di sini biasa kok seperti ini!"

"Ini ada kerupuk gendar juga, digoreng sendiri ya ..!" Bu Narti kembali membawa se tas kresek kerupuk mentah.

Waduh. Kalau kita nggak pamit, jangan-jangan nanti ada lagi yang dibungkusin, hihihihi..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4