Inilah salah satu pesan penting dari kegiatan tersebut: sebelum membeli sesuatu yang baru, coba lihat dulu barang bekas di sekitar kita. Bisa jadi masih dapat dimanfaatkan.
Praktik Membuat Komposter Bersama Jandris_Sky
Dalam praktik membuat komposter, para santri mendapatkan pendampingan dari Jandris_Sky, penerima Pelestari Kompasiana Awards 2025.

Belajar membuat komposter di Pesantren Tahfiz Daarul Qur'an. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Santri diajak mengenal bagian-bagian sederhana dari komposter sekaligus memahami fungsi wadah dalam proses penguraian sampah organik. Dengan menggunakan dirigen, ember bekas cat, dan toples bekas 5 liter, proses pembuatan komposter terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Tidak ada kesan bahwa membuat komposter merupakan pekerjaan yang rumit. Justru dari barang bekas sederhana, para santri dapat melihat bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan bersama.
Suasana praktik pun menjadi lebih menarik karena para santri terlibat secara langsung. Mereka tidak hanya melihat contoh, tetapi ikut mencoba dan memahami bagaimana sebuah wadah bekas dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik.
Belajar Mengompos Bersama Tutut Setyorinie
Setelah mengenal komposter, kegiatan dilanjutkan dengan praktik mengompos bersama Tutut Setyorinie, penerima Pelestari Kompasiana Awards 2024.
