Kompos yang dihasilkan nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman. Dengan begitu, terjadi sebuah siklus sederhana: sisa organik diolah, menjadi kompos, kemudian kembali memberikan manfaat bagi tanaman dan tanah.
Mulai dari Barang Bekas, Mulai dari Sekarang
Kolaborasi Jeko Hijau (Jejak Kompasianer Hijau), Lestarisiana, dan Pesantren Tahfiz Daarul Qur'an menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak harus selalu dilakukan melalui teori.
Kadang, pelajaran paling mudah diingat justru datang dari praktik sederhana. Memegang ember bekas, membuat komposter, memilah sampah organik, lalu mencoba proses pengomposan secara langsung bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih bermakna.
Pada akhirnya, jangan buang sampah organik begitu saja. Coba lihat kembali potensinya. Dengan sedikit pengetahuan, kreativitas, dan kemauan untuk mencoba, sampah organik dapat diolah menjadi kompos.
Dari pesantren, dari para santri, dan dari barang-barang bekas yang sederhana, sebuah pesan lingkungan pun dimulai: sampah bukan selalu akhir dari sebuah perjalanan. Jika dikelola dengan benar, sampah organik justru bisa menjadi awal dari kehidupan baru bagi tanah dan tanaman.
Sumber Video: Akun YouTube Jandris_Sky
https://youtube.com/@jejakhijau73?si=YjfAZdRLcoNfzpPy