Belajar membuat kompos di Pesantren Tahfiz Daarul Qur'an. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Pada tahap ini, para santri belajar bahwa membuat kompos bukan sekadar memasukkan sampah organik ke dalam wadah. Ada proses yang perlu diperhatikan agar pengomposan dapat berjalan dengan baik.
Sampah organik perlu dipilah dari sampah yang tidak dapat terurai. Bahan organik kemudian dapat dimasukkan ke dalam komposter dan dikelola secara bertahap.
Melalui praktik langsung, para santri bisa melihat bahwa proses mengompos membutuhkan kesabaran. Sampah tidak langsung berubah menjadi kompos dalam hitungan jam. Ada proses alami yang membutuhkan waktu hingga bahan organik terurai.
Di sinilah nilai penting lainnya muncul: mengompos juga mengajarkan kesabaran dan konsistensi.
Dari Pesantren untuk Lingkungan
Kegiatan yang diikuti santri tingkat SMP dan SMA di Pesantren Tahfiz Daarul Qur'an ini bukan hanya tentang membuat komposter.
Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dari tempat kita berada, termasuk dari lingkungan pesantren.

Belajar membuat kompos di Pesantren Tahfiz Daarul Qur'an. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Bayangkan jika kebiasaan memilah dan mengolah sampah organik ini terus dilakukan. Sisa makanan dan sampah organik yang sebelumnya langsung dibuang dapat memiliki jalur pengolahan yang lebih bermanfaat.