KS Story
KS Story Petani

Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)

Selanjutnya

Tutup

Video

Membangun Mentalitas Sukses Di Usia Muda (Kuingin Bercerita Episode 6)

23 Maret 2026   04:18 Diperbarui: 23 Maret 2026   09:36 188 0 1

Cerita ini kembali terbuka tadi, di meja makan bundar miliknya Nenek CA, ibu saya yang bercerita. Ibu bercerita tentang bagaimana ilmu orangtua modern itu diturunkan dari Nenek CA kepada nya. Ibu bercerita kepada Ara. "Dulu, waktu Nenek sambil bersekolah SMP, saat itu Nenek merantau ikut orangtua. Nenek tinggal di seberang Tembilahan bersama Papa Aditya. Nenek bersama adik Nenek, berjualan apa saja yang kami inginkan, kami inginkan itu, ya itu kami jual. Kami nampak orang punya batang tebu dipekarangan rumahnya, kami beli tebunya. Lalu kami potong-potong tebunya. Kami tusuk-tusuk pakai bambu. Lalu kami pergi nyebrang naik sampan hingga berkeliling sampai ke pabrik kelapa di daerah itu. Tebunya kami jual, abis. Ada-ada saja yang ingin kami jual. Kadang kami jual limau, semangka dan rempeyek. Asal tiba candu berdagang, apa saja kami gas. Hahaha, persis kayak Mama Ara sekarang, semua mau di gas. Terkadang, kalap Mama mu itu. Kadang dia jualan cabai, kadang jagung, tiba-tiba dagang pepaya, dua hari  lalu Papa Ara bawa pisang tanduk sekarung nampaknya dari kebun. Eh apa namanya tu pisang terkeren abad ini, Ra? ". "Cavendish, Nek!'". "Ha, iya itu, bawa-bawa lah Ra..., pisang itu ke meja bundar ini, sebelum masuk ke dapur MBG, wwkehkeh!". Ara tertawa terbahak-bahak. "Belum panen, Nek!". Saya pun tertawa mendengarnya. Zaman berputar, dan ketika videoklip ini dibuat, cerita berbalik arah ke zaman dulu. 

Ternyata...,  

Di era modern sekarang ini, kemampuan berwirausaha tidak lagi hanya relevan untuk orang dewasa, melainkan juga penting untuk diajarkan kepada generasi muda yang tidak kemakan gengsi. Mengajarkan anak berwirausaha sejak dini dapat memberikan banyak manfaat bagi mereka dalam mempersiapkan masa depan mereka. Selain membangun keterampilan finansial, wirausaha juga mengajarkan kemandirian, tanggung jawab, dan kreativitas, yang semuanya penting untuk kesuksesan anak di masa depan.

Cerita yang mengharu biru datang lagi dari Ara dan KS. Berbagai profesi sudah diperkenalkan KS pada Ara. Dalam KS Story episode ini, KS hanya mau share bagaimana suka duka Ara berproses membangun mentalitas sukses dari masa kecil. We start from here.

Tadi KS ceritakan bagaimana keuntungan menjadi seorang wirausaha. Misalnya, dengan berwirausaha kita bisa membantu sesama...., dengan membuka lowongan pekerjaan, kita bisa mengatasi kemiskinan..., serta kita bisa memberikan bantuan kepada orang lain berupa materi. Contoh dapur MBG.

Atau contoh yang lainnya agar Ara tertarik menjadi seorang wirausaha, saya kenalkan kelebihan yang lain. Misalnya wirausaha bekerja sendiri tanpa ada yang menyuruh atau mengatur, karena tidak bekerja pada orang lain. Dan sukses tidaknya wirausaha juga ada pada diri sendiri.

Ohiya, apakah kamu masih ingat bagaimana kamu kecil? Mama sudah ajak Ara berdagang itu sejak umur 1 tahun lho. Mama sudah pernah ajak Ara berdagang barang harian di swalayan..., ingat ga kita dulu pernah jualan ikan sarden ha-ha-ha. Tapi di minimarket. Terus kan, Mama jualan pakaian dan sepatu dimobil gitu sembari Mama kuliah S2, Ara tu masih SD ya? Pulang bawa dagangan ke kantor, pergi ke kampus harus bawa duit tagihan pakaian dan sepatu setiap minggunya sebelum berangkat ke Pekanbaru. Dan yang bikin kita ketawa ngakak tu ya Ra, pas Mama jualan Boxer online. Terus yang beli nya kan teman-teman Mama yang laki tuh. Pas Mama mau antar ke dia ya, dia malu-malu bayarnya sama Mama kan, terus Mama nyeletuk ajah, "apa gua ngerasa perlu nelp bini lu pas antar boxer ini, wkwkwkwka!". "Gua heran KS", katanya si teman pria Mama itu. Ingat ga Ra? Dia bilang apa ; "apapun jualan lu tu ya KS, orang kita mau aja gitu lho, abisnya yang jualan nya lucuuu sih kata-katanya, selain orangnya lucu abis, barang dagangannya juga lucuuu-lucu juga sih motifnya". 

Sebelum MBG ada, zaman kita lagi jatuh-jatuhnya pas Covid, kita juga dagangan masakan, frozen food, roti dan cake. Delivery order, hehehe. Bahkan kita dagangan hasil tani pernah ya dari pasar ke pasar ya Ra. Sebelum ada toke besar datang yang jemput ke kebun. Semua dijual. Kayak Ara sekarang. Di foto ini, hihihihi.

Gaeess,

Ini foto Ara yang dikirim nya pada official. Penuh sesak muatan mobilnya. Tiap sebentar Ara ditelpon Papanya? "Dimana Ra? Aman di jalan?" Ara pun tertawa-tawa saking penuhnya mobil dengan barang dagangannya. Dan pulang-pulang dari antar jemput roti dan cakes, dia nyeletuk. "Sebentar lagi, awak jualan pisang pulak lagi ni haaa, ke dapur MBG Aditya wkwkwkwk". Lucunya cerita Ara. Kek gituu, cara bermain-main anak KS seraya bisnis menghabiskan waktu sambil jalan-jalan. Hiburan sih sebenarnya, menghilangkan capeknya belajar. Hidup mah ga cuma baca buku doang. Harus seimbang dengan main-main nya. Ya kan? Main-main bisnis misal nya. Lumayan kan? Dapat untung, beli cendol.

Demikianlah, anak unggul terlahir dari orangtua yang cara berpikirnya modern. Orang tua modern membangun mentalitas sukses ke anak di usia muda. Dengan demikian mental wirausaha akan sedikit-demi sedikit melekat pada anak. Anak menjadi memiliki banyak pengalaman. Mulai dari dagangannya yang tidak laku, mendapat respons yang kurang menyenangkan dari teman-teman saya atau menghadapi pembeli yang beragam, baik yang ramah atau sebaliknya. Tapi walaupun barang dagangannya ada juga yang tidak laku, seorang anak yang membantu orangtuanya tetaplah harus diberikan penghargaan atas jerih payahnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9