Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)
Saya tunjukkan pada anak-anak saya, tentang bagaimana warisan nilai nilai keluarga tersebut, telah menjadi fondasi yang kokoh bagi kemajuan bisnis keluarga hingga saat ini. Apa itu nilai-nilai keluarga yang KS dapat dari keluarga besar keturunan Nenek CA?
KS ceritakan di meja makan.
Berbagai contoh nilai keluarga yang perlu ditanamkan oleh Nenek CA sedini mungkin adalah sebagai berikut;
Pertama, Kejujuran dan Integritas. Saya ajar anak-anak saya untuk selalu bersikap jujur dalam setiap tindakan dan perkataan, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun. Saya tunjukkan kepada mereka bagaimana kejujuran telah menjadi kekuatan bisnis keluarga selama bertahun-tahun.
Kedua, Etos Kerja yang Kuat. Saya tanamkan pentingnya etos kerja yang tekun, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya libatkan anak-anak dalam aktivitas bisnis secara bertahap agar mereka dapat memahami dan menghargai kerja keras yang diperlukan untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis.
Ketiga, Kepedulian Sosial. Saya ajar anak-anak saya untuk tidak hanya mengejar keuntungan bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga memiliki kepekaan dan komitmen untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Saya latih kepedulian mereka terhadap staf atau pekerja-pekerja, termasuk membantu ketika terjadi keadaan darurat, meski secara material bantuan itu tidak memberikan keuntungan langsung bagi bisnis. Demikian pula, saya libatkan mereka dalam kegiatan amal atau program tanggung jawab sosial perusahaan.
Ya. Tampak sekali, perbedaan cara berpikirnya orangtua modern dengan yang biasa saja. Orangtua modern berbeda cara mendidik anaknya. Mereka tidak memanjakan anak-anak mereka. Melibatkan anak secara bertahap, itu agar anak-anak mereka dapat memahami dan menghargai bisnis keluarga. Ini penting untuk melibatkan mereka secara bertahap sejak dini. Saya juga memulainya dengan memberikan tugas-tugas sederhana yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak, kemudian meningkatkan tanggung jawab anak secara perlahan-lahan.
Orangtua modern, mendorong anak-anak mereka untuk mengasah kemampuan komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, agar dapat menyampaikan visi dan gagasan mereka dengan jelas. Mereka mengajarkan anak-anak mereka untuk berpikir kritis, mengelola konflik, serta beradaptasi dengan berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan. Mereka melibatkan anak sebagai pengamat ketika orang tuanya sedang memimpin rapat, memberikan presentasi di hadapan klien, atau mengoordinasikan tim proyek. Setelah itu, orang tua dan anak melakukan percakapan tentang pembelajaran yang dia dapatkan dari pengamatan itu. Cara itu akan menginspirasi anak untuk mengembangkan potensi kepemimpinan yang dimilikinya.
Orangtua modern membangun kepercayaan dan komunikasi antara orang tua dan anak. Dalam proses mempersiapkan anak-anak untuk meneruskan bisnis keluarga, aspek nonteknis yang tidak kalah penting adalah membangun kepercayaan dan komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak.
Saya juga meluangkan waktu secara rutin bersama anak-anak untuk berdiskusi dan berbagi pemikiran mengenai arah dan perkembangan bisnis keluarga. Saya menunjukkan kesediaan saya untuk mendengarkan ide-ide dan masukan dari anak-anak serta menghargai kontribusi mereka. Saya memberikan kesempatan bagi anak-anak saya, untuk mengungkapkan kekhawatiran atau pertanyaan mereka tanpa rasa takut atau malu.
Pada intinya, saya hanya perlu menyediakan waktu secara rutin bersama anak-anak, untuk berbincang santai tetapi terbuka, berkualitas, dan hangat. Membangun kepercayaan anak-anak kepada orang tua, sekaligus kepercayaan orang tua sendiri terhadap anak.