Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)
Ada cerita panjang di balik perjalanan usaha Mama KS tu. Jauh sebelum Ara ada, KS tu sudah membuat usaha Boutique perdana nya di Kota Rengat. Tempat dimana Papa merantau untuk bekerja di salah satu Bank BUMN. Mama KS tu dulu sekolah menjahit tu Ra, sama anak-anak yang putus sekolah gitu temannya yang dia suka. Klo pergi arisan Kantor Bank Papa gitu ya, ga pernah mau datang dia tu. Hahaha, males bergunjing katanya. Ga kelas katanya. Lalu Mama KS buka butiq gitu dulunya karena lambat punya anak, lalu ambil waktu njahit. Terus ada namanya Mega dulu tu, putus sekolah. Dibawaknya bekerja di butiq. Ga sampai 6 bulan butiq itu, ga disangka Mama hamil Ara, 18 tahun yang lalu. Sehingga butiqnya ga bertahan lama, karena selama KS berproses membangun mimpinya, bisnis nya terhenti karena proses persalinan Ara.Â
Lalu kami bolak balik pulang kampung semasa Ara bayi dalam hitungan 3 bulan. Dua bulan cuma Mama tu sanggup tinggal di Rengat. Mama ga pandai mengurus bayi awalnya. Stres, takut Ara jatuh klo mandiin. Setiap mau mandiin anak, dia nangis tu telp papa, mau pulang kampung saja katanya. Hiiksks. Bodoh Mama Ara tu dulu.
Papa inisiatif suruh Mak Amoy datang ke rumah pagi hingga sore. Â Mak Amoy lah yang kerja dirumah mengurus Ara kecil. Suaminya tukang becak tu, kak Ara. Risau-risau Mama tu di Rengat. Rumah kontrakan kami tu dulu kecil, kamar yang sempit hanya cukup untuk springbed 2*2 meter ini, pas seukuran kamar itu. Ga muat lemari di dalamnya hahaha. Terus kan, Mamamu cuma dorong dikit sama kakinya itu pintu, nah tu? Ketutup kan? Saking dekatnya sama kasur kita, wkwka. Dia sebenernya kesel, tapi tetap aja ngelawak.
Akhirnya Papa, sambil bekerja di Bank, memutuskan saja untuk memulai usaha memproduksi tangkai sapu di kampung atas arahan Mama KS. Tujuannya biar kita pulang kampung. Sehingga keputusan itu harus dibuat pas Ara lahir, Papa harus meminta pindah tugas ke cabang lain di kampung tempat dimana usaha baru itu dimulai. Klo Papa ga mau pindah, Mama ga mau lagi ikut Papa ke Rengat.
Dia tu males aja bingung, orang dia  biasa kerja dan ke kantor, kan. Dia setiap sebentar mengubah cita-citanya tu kak Ara. KS bercita-cita baru pulak tuh, pas Ara umur 5 bulan. Bak gemuruh bak petir aja, dia katanya 3 bulan lagi mau buka minimarket perdana di rumah tempat ia dilahirkan. Dan entah bagaimana caranya dia mengatur Papa, begini katanya, begitu katanya. Alhamdulilah kesampaian juga. Jadilah Minimarket Azzahra waktu itu.
Otomatis, Ara terbiasa dengan cerita bisnis dari kecil. Dan untuk mengasah mental dan kemampuan itu, Ara juga harus siap menjadi entrepreneur cilik. Kesiapan tersebut sudah Ara mulai sedini mungkin, dan sekarang itu bertujuan supaya matang dan dapat memperbesar potensi Ara meraih kesuksesan di masa depan.
Begitulah,Â
Menjadi seorang wirausaha yang sukses merupakan harapan setiap orang yang senang berbisnis. Tak hanya orang dewasa, kini anak-anak usia dini pun senang dengan kegiatan berwirausaha karena hal ini bisa membuat mereka menjadi lebih mandiri.Â
KS kenalkan tentang nilai uang kepada Ara secara bertahap, mulai dari yang nominal terkecil hingga paling besar. KS beri Ara pengetahuan mengenai guna dan fungsi uang dalam kehidupan dan bagaimana memanfaatkannya dengan baik supaya Ara bisa memenuhi kebutuhannya. Dengan mengenal uang, Ara akan terbiasa untuk berinteraksi dengan pecahan uang dan operasi matematika, seperti menambahkan, mengurangi, mengalikan, hingga membagi, termasuk menghargai uang dan tidak menjadi jadi generasi yang boros.
Bakat tidak akan berkembang tanpa dilatih. Proses mengenalkan dunia bisnis pada anak harus dilakukan secara perlahan dan penuh pendampingan. Namun, bakat bisnis sering kali muncul sejak anak masih kecil. Dan orang tua modern berpikir dengan membantu anak berani memulai sejak dini, mereka merasa perlu mendorong anak berinteraksi dengan lebih banyak orang.Â
Agar apa? Agar rasa percaya diri anak tumbuh, mereka akan lebih siap mengambil peluang. Ara, mau ndak mau, memang harus terlibat berbisnis sejak ia mulai bisa berbicara. Karena hari-harinya memang duduk di meja sebelah kasir. Ibunya dulu hanya seorang kasir minimarket, sehingga ia sebagai anak harus tahu diri. Sejak umur 1th itulah, Ara sudah terlatih untuk tidak mudah menangis di depan umum. Dan ia..., juga terlatih untuk belajar tersenyum kepada siapapun.Â