Karena sebenarnya perilaku mereka, apapun yang mereka lakukan adalah bahasa atau cara mereka mengungkapkan apa yang sedang mereka hadapi. Itu bahasa verbal mereka sebelum mereka bisa mengungkapkan bahasanya. Dan kadang apa yang membuat orang tua kesal adalah cara anak meminta tolong yang mana orang tua tidak faham akan bahasa anak tersebut.
Bahkan mungkin perilaku orang tua terhadap orang dewasa itu berbeda kepada anak-anak, padahal kesalahan yang dibuat sama. Contohnya jika orang dewasa berteriak maka akan muncul empati dalam diri kita, akan tapi jika seorang anak mengapa cenderung kita menyalahkan perbuatan tersebut padahal mungkin penyebab itu adalah sama.
Lalu bagaimana jika seorang anak bergantung pada orang tua yang mana jika ia mendapat masalah ia akan meminta kepada orang tua akan pemecahannya, dan bagaimana jika orang tua sudah tidak ada? Maka sebagai orang tua jangan hanya melihat sayang kepada anak lalu kemudian tidak menginginkan anak terluka, bahkan mungkin itu bukan sebagai bentuk sayang akan tapi bentuk melindungi diri karena ketakutan atau ketidaknyamanan saat melihat anak merasa tidak nyaman.
Jika orang tua seperti ini sebenarnya ia hanya akan membuat anak ketergantungan kepadanya bukan mengajari anak bagaimana mencari penyelesaian dari masalah yang ada, maka ketika mereka sedang kesulitan hendaknya bagi orang tua seharusnya ada disampingnya saat mereka tergoncang dan memberikan pengertian bahwa badai itu ada, bukan malah menjadikan anak bersandar padanya. Karena yang paling menyakitkan adalah saat menghadapi masalah itu sendirian bukan dari masalah itu sendiri.
Begitu juga ketika anak memaksa anaknya agar sempurna dalam berbagai bidang, padahal anak ada kemampuan tersendiri yang mana mereka mungkin hebat di satu bidang bukan di bidang lain. Maka bagi orang tua adalah memberikan perhatian dan memberikan akses kepada sesuatu yang disenangi anak serta tidak memaksanya untuk sempurna dalam berbagai bidang.
Mungkin orang tua bertengkar dengan anak itu karena tidak ada batasan tertentu, sama ketika orang tua tersebut merespon sesuatu terhadap pasangannya. Misal pemegang keputusan di rumah, orang tua harus tahu mana keputusan yang dipegang oleh suami dan mana keputusan yang dipegang istri, bukan berarti tidak boleh memberikan masukan, saling memberi masukan tetap ada, tapi tetap keputusan ada di tangan pemegangnya.
Lalu ketika salah satu memutuskan sesuatu dan salah, maka jangan saling memarahi. Mungkin itu memang keputusan yang terbaik ketika itu, maka ia memutuskannya. Dan jangan kesalahan tersebut digunakan dan selalu dibahas untuk membenarkan kesalahannya suatu saat nanti
Tidak ada parenting yang bagus kecuali dimulai dari pernikahan dan cara menanggapi pasangan yang baik, karena pernikahan dan rumah tangga yang baik itu diusahakan bukan hanya sekedar dijalani. Mungkin saja dalam pernikahan itu ada rasa jenuh, bosan malas dan lain sebagainya, namun bagaimana cara menyikapi rasa itu ketika datang itu yang sangat penting.
Disisi lain ajari anak untuk selalu jujur. Bagi orang tua untuk belajar menerima respon kejujuran anak dengan baik, jangan malah menghakimi yang akan membuat anak menjauh. Jika mereka melakukan sebuah kesalahan maka ajarkan mereka untuk bertanggung jawab dan meminta maaf, kemudian jika mereka merusak barang orang lain maka ajarkan juga untuk menggantinya walaupun orang yang memiliki barang tersebut sudah memaafkannya karena itu akan membekas dalam ingatan orang lain bahwa anak ini bertanggung jawab atas kesalahannya.
Dan ini penting untuk mengajarkan anak rasa tanggung jawab dan ketika ada masalah bukan lari akan tapi menyelesaikannya.
Maka parenting itu sangat penting karena kita bukan hanya sedang mendidik seorang anak, akan tapi juga sedang mendidik sebuah generasi dibawahnya agar lebih baik dalam menyikapi permasalahan dan mencari solusinya, karena luka itu terus menurun jika kita tidak menghentikannya ia akan menjadi lingkaran setan yang tak berakhir. Akan tapi jika orang tua tersebut bisa menghentikan serta mencegahnya maka akan hadir anak yang tidak hanya terbuka untuk orang tuanya tapi juga ia bisa bahagia dengan dirinya sendiri kemudian menjadi penerus bangsa yang baik dan bijaksana.