Luthfan 1441
Luthfan 1441 Lainnya

I am a Sharia economics student.

Selanjutnya

Tutup

Video

Anak Nakal atau Anak yang Sedang Bermasalah?

7 September 2026   14:18 Diperbarui: 7 September 2026   14:18 53 0 0

Akhir-akhir ini banyak orang dewasa bermasalah itu bukan karena mereka lemah, akan tapi karena mereka dahulu diajarkan cara bertahan yang salah dan bagaimana mereka menyikapi masalah dan perbedaan yang ada.

Disinilah pentingnya parenting, karena parenting itu bukan hanya sekedar membesarkan anak akan tapi cara kita menanamkan suara dipikiran anak yang akhirnya menentukan bagaimana mereka bersikap, juga bagaimana kita membuat anak mengetahui apa yang harus ia lakukan bahkan ketika ia sedang tidak dipantau sekalipun, bukan tahu bersikap hanya ketika ia diawasi.

Investasi terbesar itu bukan harta, bukan mobil, tapi anak. Karena ketika anak melakukan sesuatu hal baik atau hal buruk maka yang akan pertama kali dipuji atau ditanyakan adalah siapa orang tuanya bukan anak itu sendiri. Misal ada anak pintar atau sopan, maka secara otomatis kita akan bertanya siapa ibunya, bukan memuji anaknya.

Parenting itu tidak ada sekolahnya tapi sangat penting untuk mengetahui pola asuh anak, karena bahkan anak itu sebelum menjadi dokter dan seorang yang sukses mereka akan menjadi manusia dahulu. Dari situ bagaimana ia menjadi seorang yang baik dan percaya diri itu dimulai dari didikan yang bagus dan rumah adalah sekolah pertama anak.

Kadang orang tua itu ingin anaknya baik dan ingin didengar anak. Tapi ketika ia salah, ia diajari dengan cara dimarahi. Otak itu tidak akan menerima koreksi yang membuat mereka tidak merasa aman. Ini bukan ilmu parenting ini ilmu neurosience, yang mana seseorang ketika dimarahi atau dihakimi maka otak itu akan langsung masuk kedalam survival mode. Lalu ada orang tua yang bilang "itu akhirnya dia nurut" padahal yang terjadi adalah keterpaksaan untuk berubah karena takut kehilangan hubungan baik dengan orang tuanya yang dimana ia adalah sandarannya dan tidak tahu akan bersandar kepada siapa selain orang tuanya.

Anak itu bukan butuh orang tua yang baik sempurna, akan tapi butuh orang tua yang pengertian dan bisa memberi arahan kepadanya ketika ia punya masalah serta apa yang harus dilakukan ketika ia berbuat salah. Karena tidak ada orang yang sempurna tapi yang ada adalah orang yang mau belajar dari kesalahan.

Ketika anak nakal biasanya orang tua akan langsung memarahi padahal sebenarnya kita tidak tahu apa yang menyebabkan anak melakukan perbuatan tersebut dan tidak membuat rung diskusi untuknya yang akhirnya ketika sudah dimarahi ia akan lebih memilih diam dan pergi.

Maka jangan salahkan anak jika ia ingin segera pergi meninggalkan rumah, padahal rumah itu sebenarnya tempat kembali mereka. Akan tapi kenapa mereka ingin segera pergi? Mungkin karena pola didik orang tua yang buruk, ketika mereka mengadu hanya mendapatkan kemarahan dari orang tua itu sendiri dan ia mendapatkan bahwa rumah bukan tempat kembali lagi bagi mereka

Anak-anak dapat terbuka dan mudah bercerita karena mereka percaya kepada orang tuanya. Yang orang tua bisa mendengarkan keluh kesahnya, yang selalu hadir ketika ia menghadapi masalah, yang membuka ruang diskusi akan tujuannya. Ini akan terjalin dari cara komunikasi yang baik yang telah dibangun antara orang tua dan anak. Bagaimana akan terjalin komunikasi yang baik jika anak hanya mendapat kemarahan, tidak pernah membuka diri dan ruang diskusi baginya dan tidak pernah belajar menerima kekurangan anak, maka sampai kapanpun tidak akan pernah terjalin kepercayaan.

Mungkin kita sering dengar bahkan kitapun mungkin pernah melakukan kesalahan, lalu apa yang ada di benak kita adalah bagaimana masalah tersebut jangan sampai terdengar orang tua.

Kadang orang tua tidak mengerti ketika anak nakal bagi mereka adalah masalah, padahal mereka nakal pun karena mereka sedang dalam masalah. Maka bagi orang tua ketika melihat kenakalan itu sebagai masalah, maka yang ada dibenaknya itu bagaimana agar mereka diam salah satunya dengan menghukumnya. Tapi jika orang tua melihahat bahwa kenakalan itu sebagai kesulitan yang sedang dihadapi anak maka otomatis orang tua juga akan ada keinginan untuk membantunya.

Karena sebenarnya perilaku mereka, apapun yang mereka lakukan adalah bahasa atau cara mereka mengungkapkan apa yang sedang mereka hadapi. Itu bahasa verbal mereka sebelum mereka bisa mengungkapkan bahasanya. Dan kadang apa yang membuat orang tua kesal adalah cara anak meminta tolong yang mana orang tua tidak faham akan bahasa anak tersebut.

Bahkan mungkin perilaku orang tua terhadap orang dewasa itu berbeda kepada anak-anak, padahal kesalahan yang dibuat sama. Contohnya jika orang dewasa berteriak maka akan muncul empati dalam diri kita, akan tapi jika seorang anak mengapa cenderung kita menyalahkan perbuatan tersebut padahal mungkin penyebab itu adalah sama.

Lalu bagaimana jika seorang anak bergantung pada orang tua yang mana jika ia mendapat masalah ia akan meminta kepada orang tua akan pemecahannya, dan bagaimana jika orang tua sudah tidak ada? Maka sebagai orang tua jangan hanya melihat sayang kepada anak lalu kemudian tidak menginginkan anak terluka, bahkan mungkin itu bukan sebagai bentuk sayang akan tapi bentuk melindungi diri karena ketakutan atau ketidaknyamanan saat melihat anak merasa tidak nyaman.

Jika orang tua seperti ini sebenarnya ia hanya akan membuat anak ketergantungan kepadanya bukan mengajari anak bagaimana mencari penyelesaian dari masalah yang ada, maka ketika mereka sedang kesulitan hendaknya bagi orang tua seharusnya ada disampingnya saat mereka tergoncang dan memberikan pengertian bahwa badai itu ada, bukan malah menjadikan anak bersandar padanya. Karena yang paling menyakitkan adalah saat menghadapi masalah itu sendirian bukan dari masalah itu sendiri.

Begitu juga ketika anak memaksa anaknya agar sempurna dalam berbagai bidang, padahal anak ada kemampuan tersendiri yang mana mereka mungkin hebat di satu bidang bukan di bidang lain. Maka bagi orang tua adalah memberikan perhatian dan memberikan akses kepada sesuatu yang disenangi anak serta tidak memaksanya untuk sempurna dalam berbagai bidang.

Mungkin orang tua bertengkar dengan anak itu karena tidak ada batasan tertentu, sama ketika orang tua tersebut merespon sesuatu terhadap pasangannya. Misal pemegang keputusan di rumah, orang tua harus tahu mana keputusan yang dipegang oleh suami dan mana keputusan yang dipegang istri, bukan berarti tidak boleh memberikan masukan, saling memberi masukan tetap ada, tapi tetap keputusan ada di tangan pemegangnya.

Lalu ketika salah satu memutuskan sesuatu dan salah, maka jangan saling memarahi. Mungkin itu memang keputusan yang terbaik ketika itu, maka ia memutuskannya. Dan jangan kesalahan tersebut digunakan dan selalu dibahas untuk membenarkan kesalahannya suatu saat nanti

Tidak ada parenting yang bagus kecuali dimulai dari pernikahan dan cara menanggapi pasangan yang baik, karena pernikahan dan rumah tangga yang baik itu diusahakan bukan hanya sekedar dijalani. Mungkin saja dalam pernikahan itu ada rasa jenuh, bosan malas dan lain sebagainya, namun bagaimana cara menyikapi rasa itu ketika datang itu yang sangat penting.

Disisi lain ajari anak untuk selalu jujur. Bagi orang tua untuk belajar menerima respon kejujuran anak dengan baik, jangan malah menghakimi yang akan membuat anak menjauh. Jika mereka melakukan sebuah kesalahan maka ajarkan mereka untuk bertanggung jawab dan meminta maaf, kemudian jika mereka merusak barang orang lain maka ajarkan juga untuk menggantinya walaupun orang yang memiliki barang tersebut sudah memaafkannya karena itu akan membekas dalam ingatan orang lain bahwa anak ini bertanggung jawab atas kesalahannya.

Dan ini penting untuk mengajarkan anak rasa tanggung jawab dan ketika ada masalah bukan lari akan tapi menyelesaikannya.

Maka parenting itu sangat penting karena kita bukan hanya sedang mendidik seorang anak, akan tapi juga sedang mendidik sebuah generasi dibawahnya agar lebih baik dalam menyikapi permasalahan dan mencari solusinya, karena luka itu terus menurun jika kita tidak menghentikannya ia akan menjadi lingkaran setan yang tak berakhir. Akan tapi jika orang tua tersebut bisa menghentikan serta mencegahnya maka akan hadir anak yang tidak hanya terbuka untuk orang tuanya tapi juga ia bisa bahagia dengan dirinya sendiri kemudian menjadi penerus bangsa yang baik dan bijaksana.

https://youtu.be/sXl6WBNq6dk?si=FDqUpq2f70EySRNp

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3