Malang itu memang kota yang nggak pernah kehabisan kejutan. Kalau kamu dengar kata "Malang", biasanya yang terbayang duluan adalah pemandangan gunung yang kece, apel yang manis, atau kuliner yang bikin ketagihan. Tapi, pasangan sepertiku dan istriku punya cara sendiri buat menikmati pesona kota ini. Hari itu, Pada malam harinya aku tilpun rental motor, tanya motor terbaru untuk di pakai full malang dan sekitarnya 5 hari, minta lengkap dengan 2 helm dan 2 jas hujan, harga di sepakati Rp. 50.000 perhari, dan aku minta motor di antar di guest house, sekalian pembayaran dan penyerahan indentitas diri.
Pagi-pagi sekali jam 06:51 WIB, petugas rental motor sudah mengantarkan motornya di guest house, lengkap dengan permintaan, setelah menyerahkan KTP dan pembayaran untuk pemakaian 5 hari, dan meminta nanti motor diambil lagi disini, dan nanti kami hubungi sebelum pulang untuk pengembalian motoro dan meminta KTP Kembali.
Jam 08.00 setelah mencari sarapan pagi, sudah ada semangat berkobar di dada. Niat hati pengen jalan-jalan cari suasana baru, tujuan kami pagi itu satu saja: Candi Sumberawan.

Berangkat pagi-pagi itu ternyata keputusan yang paling benar. Udara masih dingin, jalanan belum terlalu padat, dan matahari baru aja bangun sambil menyebarkan sinarnya yang lembut. Sepanjang perjalanan, aku sama istri sibuk ngobrol, sesekali nyanyi pelan, dan tentunya saling ledek-ledekan kalau ada yang salah duga arah jalan. "Kata orang sih di dekat daerah Karangploso, ya?" tanyaku sambil melirik peta di HP. Istri cuma nyengir, "Tenang aja Pak Supir, kalau nyasar kita jadikan petualangan baru aja, kan?" Nah, itu dia istriku, selalu punya cara bikin suasana jadi santai banget.
Setelah perjalanan yang cukup mulus, akhirnya kami sampai juga di lokasi. Begitu turun dari kendaraan, hal pertama yang langsung terasa adalah ketenangan. Jauh dari hiruk-pikuk kota, Candi Sumberawan ini berdiri kokoh dan tenang, seolah menyimpan seribu cerita masa lalu. Bentuknya unik banget, berbeda dari candi-candi besar yang biasanya kita lihat di buku pelajaran. Candi ini bentuknya sederhana, tapi punya daya tarik yang bikin mata betah menatap. Katanya sih, candi ini dibangun pada masa kerajaan Singhasari, dan punya hubungan erat dengan sumber air yang ada di sekitar sini.

Kami mulai berkeliling pelan-pelan, melihat setiap sudut bangunan bersejarah ini. Batuan andesit yang tersusun rapi itu terlihat masih kuat berdiri, meski umurnya sudah ratusan tahun. Ada rasa kagum yang muncul di hati, membayangkan bagaimana orang zaman dulu membangun tempat seindah ini tanpa alat canggih seperti sekarang. Sambil jalan, kami juga sempat bertanya-tanya sama warga sekitar dan penjaga situs tentang sejarah serta fungsi candi ini dulu kala. Penjelasan mereka ramah dan rinci banget, bikin kami makin paham betapa berharganya tempat ini sebagai warisan budaya.
Nah, sampai di sini ada cerita unik yang harus aku bagi. Kebetulan, posisi candi ini memang berdekatan dengan sumber mata air alami yang sangat jernih. Airnya mengalir terus-menerus, dingin, dan segar banget kelihatannya. Karena penasaran, kami tanya ke sana ke mari, "Air ini boleh dipakai buat apa saja ya, Bu?" Dan jawabannya bikin kami senyum-senyum sendiri, katanya air ini suci dan sering dipakai untuk keperluan ibadah.

Akhirnya, niat kami yang tadinya cuma mau lihat-lihat doang, berubah jadi momen yang bermakna. Di tengah suasana yang damai itu, aku sama istri sepakat buat memanfaatkan air yang ada di sumur dan sumber mata air itu. Bukan buat dibawa pulang atau dipakai hal lain, tapi kami berdua menggunakan air itu untuk berwudhu.
Bayangkan saja, sedang berdiri di dekat bangunan bersejarah yang megah, di kelilingi tanaman hijau yang rimbun, udara sejuk, dan air yang mengalir jernih. Rasanya damai sekali, bikin hati jadi tenang dan pikiran jadi jernih. Istriku sampai bilang, "Wah, jarang-jarang lho kita wudhu di tempat seindah dan sebersih ini, ya!" Aku cuma mengangguk setuju sambil tertawa. Emang sih, niat datang ke sini cuma mau wisata biasa, eh malah dapat pengalaman ibadah yang beda dari biasanya. Seru banget rasanya, kayak dapat bonus kebahagiaan tambahan.
Setelah selesai dan puas menikmati suasana, kami duduk sebentar di pinggir halaman, menikmati hembusan angin pagi yang sejuk. Melihat candi itu sekali lagi, rasanya puas banget sudah meluangkan waktu ke sini. Nggak perlu pergi jauh-jauh keluar kota atau keluar negeri buat dapat pengalaman yang berkesan, ternyata di Malang pun ada tempat secantik dan sepenuhuh ini.
Perjalanan pulang pun kami lakukan dengan hati yang gembira. Meskipun singkat, meski kegiatan utamanya cuma sekadar jalan-jalan, bertanya sejarah, dan ambil air wudhu saja, tapi kenangannya melekat banget di hati. Kadang kan, kebahagiaan itu sederhana saja, ya? Cukup berdua orang terkasih, datang ke tempat yang tenang, dan menikmati momen yang ada.
Buat kamu yang lagi cari tempat wisata di Malang yang nggak cuma indah dipandang mata, tapi juga bikin hati tenang, Candi Sumberawan adalah jawabannya. Datanglah ke sini bareng pasangan, keluarga, atau teman-temanmu. Tempatnya enak, suasananya damai, dan pastinya bikin galeri fotomu makin penuh. Nggak perlu persiapan ribet-ribet, cukup bawa semangat jalan-jalan dan rasa penasaranmu. Siapa tahu, seperti aku dan istri, kamu pulang nggak cuma bawa foto cantik, tapi juga bawa cerita seru dan ketenangan yang susah dilupakan. Yuk, mampir ke Candi Sumberawan!