Sepanjang perjalanan, suasana mobil tidak pernah sepi.
Istri dan anak-anak sengaja terus bercanda, saling menggoda, dan sesekali mengingatkan saya dengan berbagai cerita lucu. Saya tahu maksud mereka. Mereka ingin memastikan saya sebagai pengemudi tetap segar dan tidak mengantuk.
Perjalanan keluarga memang selalu seperti itu.

Bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga menciptakan kenangan yang kelak akan selalu dikenang.
Kami tidak merasa sedang dikejar waktu.
Kalau mulai lelah atau mata terasa berat, kami berhenti di rest area. Kadang hanya untuk menikmati secangkir kopi hangat, meregangkan kaki, atau sekadar duduk beberapa menit sambil menghirup udara segar.
Empat kali kami berhenti selama perjalanan.
Beberapa di rest area, sebagian lagi di rumah makan Sunda yang menggugah selera. Perjalanan panjang justru menjadi lebih menyenangkan karena tidak dipaksakan.
Akhirnya sekitar pukul 13.15 WIB, kami tiba di pintu masuk Kawah Putih Ciwidey.
Keramaian langsung terlihat sejak area parkir.