Menjadi fotografer pribadi istri.
"Hampir semua sudut katanya bagus, Pah."
"Iya... berarti Mama berdiri saja di sana... sekarang pindah sedikit... senyum... lihat ke gunung... sekarang pura-pura lihat awan."
Begitulah nasib suami kalau sedang jalan-jalan. Kamera DSLR yang saya bawa lebih banyak mengarah ke istri daripada ke pemandangan. Tapi tidak apa-apa, justru itulah kenangan yang nantinya akan selalu mengundang senyum ketika dibuka kembali.

Di sela-sela memotret, pandangan saya tertuju ke kejauhan. Di balik hijaunya perbukitan tampak seperti ada garis putih menjulang dari atas ke bawah.
Saya segera mengambil kamera DSLR dan mencoba memperbesar lensa.
"Wah... benar!"
Ternyata itu sebuah air terjun.
Rasa penasaran langsung muncul. Dalam hati saya berkata, "Sepertinya setelah dari sini harus mencari jalan menuju air terjun itu."
Memang begitulah kalau berwisata di kawasan Gunung Salak Endah. Satu destinasi sering kali membuka keinginan untuk menjelajahi destinasi lain yang tidak kalah menarik.