Tak lama kemudian, secangkir kopi tubruk hangat mengepulkan aroma yang begitu akrab. Menikmatinya di tengah udara sejuk pegunungan, ditemani istri tercinta dan pemandangan alam yang luar biasa, rasanya jauh lebih nikmat daripada menikmati kopi di tempat mewah.
Perjalanan hari itu kembali mengingatkan kami bahwa kebahagiaan tidak selalu harus mahal. Terkadang cukup dengan menikmati alam, berbagi tawa bersama pasangan, menyantap hidangan sederhana yang dimasak sepenuh hati, lalu menyeruput secangkir kopi sambil bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan.
Kalau kompasianer sedang mencari tempat untuk melepas penat dari rutinitas, Bukit Panorama Pamijahan layak masuk dalam daftar tujuan berikutnya. Siapkan kamera, ajak orang tersayang, nikmati setiap sudut keindahan alamnya, dan jangan lupa... kalau bertemu mantan, ingat pesan di pintu masuk.
Jaga jarak 50 meter!