"Jaga jarak salaman 2 meter, kalau salaman sama mantan jarak 50 meter."
Begitu membaca tulisan itu, saya langsung tertawa. Belum juga menikmati pemandangan, Bukit Panorama Pamijahan sudah menyambut pengunjung dengan humor receh yang sukses membuat suasana jadi lebih cair.
Saya pun langsung menoleh ke istri.
"Kalau mantan lewat bagaimana, Mah?"
Istri hanya tersenyum sambil menjawab singkat, "Untung papa jalannya sama saya."
Nah... jawaban itu sudah cukup membuat saya memilih diam daripada salah menjawab. Lebih aman menikmati pemandangan daripada membuka pembahasan yang bisa berujung panjang.

Beberapa waktu lalu, saya dan istri sengaja mengunjungi Bukit Panorama Pamijahan, salah satu destinasi wisata yang sedang hits di kawasan Gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor. Bogor memang tidak pernah kehabisan tempat wisata alam. Setiap sudutnya seperti memiliki kejutan tersendiri yang membuat orang ingin datang lagi.
Sesampainya di lokasi, rasa lelah selama perjalanan langsung terbayar lunas. Udara pegunungan yang sejuk menyapa sejak turun dari kendaraan. Hamparan sawah hijau membentang sejauh mata memandang, berpadu dengan gagahnya Gunung Salak yang berdiri kokoh di kejauhan. Suasananya tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota. Angin yang berembus perlahan membuat siapa pun betah duduk berlama-lama menikmati ciptaan Allah SWT.
Kalau sudah begini, biasanya saya hanya punya satu pekerjaan.
Menjadi fotografer pribadi istri.
"Hampir semua sudut katanya bagus, Pah."
"Iya... berarti Mama berdiri saja di sana... sekarang pindah sedikit... senyum... lihat ke gunung... sekarang pura-pura lihat awan."
Begitulah nasib suami kalau sedang jalan-jalan. Kamera DSLR yang saya bawa lebih banyak mengarah ke istri daripada ke pemandangan. Tapi tidak apa-apa, justru itulah kenangan yang nantinya akan selalu mengundang senyum ketika dibuka kembali.

Di sela-sela memotret, pandangan saya tertuju ke kejauhan. Di balik hijaunya perbukitan tampak seperti ada garis putih menjulang dari atas ke bawah.
Saya segera mengambil kamera DSLR dan mencoba memperbesar lensa.
"Wah... benar!"
Ternyata itu sebuah air terjun.
Rasa penasaran langsung muncul. Dalam hati saya berkata, "Sepertinya setelah dari sini harus mencari jalan menuju air terjun itu."
Memang begitulah kalau berwisata di kawasan Gunung Salak Endah. Satu destinasi sering kali membuka keinginan untuk menjelajahi destinasi lain yang tidak kalah menarik.
Bukit Panorama Pamijahan bukan hanya menawarkan tempat berfoto yang instagramable. Di sini pengunjung bisa menikmati ketenangan, menghirup udara segar, mengobrol santai bersama keluarga, atau sekadar duduk menikmati secangkir kopi sambil memandangi alam. Kadang-kadang, kebahagiaan memang sesederhana itu.
Menjelang sore, ketika matahari mulai condong ke barat, perut kami mulai memberi tanda.
Seperti biasa, sebelum pulang kami mampir ke sebuah warung sederhana yang berada tidak jauh dari lokasi wisata.
Saya langsung berkata kepada pemilik warung,
"Bu... hari ini kami minta dimasakkan yang spesial ya."
Tidak lama kemudian, aroma gurami bakar mulai menyeruak dari dapur. Bumbu khas racikan mereka meresap sempurna ke dalam ikan yang dibakar perlahan di atas bara. Di meja juga tersaji petai bakar, aneka lalapan segar, sambal yang menggoda selera, serta segelas teh tawar panas yang pas menemani udara pegunungan.

Namun perjalanan kami belum lengkap.
Saya mengeluarkan sebungkus kopi tubruk yang memang sengaja kami bawa dari rumah.
"Bu, kopinya boleh diseduhkan di sini ya."
Beliau tersenyum sambil mengangguk.
Tak lama kemudian, secangkir kopi tubruk hangat mengepulkan aroma yang begitu akrab. Menikmatinya di tengah udara sejuk pegunungan, ditemani istri tercinta dan pemandangan alam yang luar biasa, rasanya jauh lebih nikmat daripada menikmati kopi di tempat mewah.
Perjalanan hari itu kembali mengingatkan kami bahwa kebahagiaan tidak selalu harus mahal. Terkadang cukup dengan menikmati alam, berbagi tawa bersama pasangan, menyantap hidangan sederhana yang dimasak sepenuh hati, lalu menyeruput secangkir kopi sambil bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan.
Kalau kompasianer sedang mencari tempat untuk melepas penat dari rutinitas, Bukit Panorama Pamijahan layak masuk dalam daftar tujuan berikutnya. Siapkan kamera, ajak orang tersayang, nikmati setiap sudut keindahan alamnya, dan jangan lupa... kalau bertemu mantan, ingat pesan di pintu masuk.
Jaga jarak 50 meter!