Begitu turun dari tempat parkir, dan melewati restonya kopi Tubing, aroma kopi sudah tercium dari sini, berhenti sejenak menikmati aromanya, suara derasnya aliran sungai sudah terdengar dari sini....
Ada pepatah yang mengatakan, "Tujuan boleh berubah, yang penting kebersamaan jangan."
Begitulah cerita saya dan istri beberapa waktu lalu.
Sejak berangkat dari rumah, tujuan kami sebenarnya sederhana. Kami ingin menuju Gunung Menir. Bukan langsung mendaki, tetapi penasaran dengan sebuah warung baru yang katanya baru buka, letaknya tidak jauh dari area parkir Gunung Menir. Rencananya, kami ingin sarapan sambil menikmati suasana pegunungan.
Namun, rencana di atas kertas sering kali kalah dengan usulan istri.
Saat kendaraan kami melintasi kawasan Kopi Tubing, istri langsung berkata,
"Pa... kita masih kepagian kalau ke Gunung Menir. Mending mampir dulu di sini. Papa mau ngopi atau sekadar lihat-lihat? Nanti baru lanjut ke Gunung Menir."
Saya tersenyum.

Kalau istri sudah memberikan usulan seperti itu, biasanya saya hanya punya dua pilihan. Mengangguk... atau mengangguk sambil tersenyum.
Akhirnya kami pun berbelok memasuki area Kopi Tubing, salah satu kafe yang cukup populer di Jalan Gunung Menir, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Begitu turun dari kendaraan, saya langsung mengerti mengapa tempat ini begitu banyak dibicarakan.
Udara pegunungan terasa begitu segar. Pepohonan hijau mengelilingi kawasan kafe, suara gemericik air terdengar samar dari kejauhan, sementara hamparan alam yang masih asri membuat siapa saja betah duduk berlama-lama.
Tempat ini bukan sekadar kafe.
Kopi Tubing menggabungkan konsep menikmati kopi dengan wisata alam. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati makanan atau minuman, tetapi juga bisa menjelajahi keindahan alam di sekitarnya melalui berbagai aktivitas trekking hingga river tubing.
Sambil menikmati suasana, saya mulai membaca informasi mengenai paket-paket petualangan yang mereka tawarkan.
Bagi yang menyukai tantangan, tersedia Full Adventure Day Package dengan durasi sekitar empat hingga enam jam. Dalam paket ini, peserta akan diajak trekking menyusuri alam sekaligus menikmati sensasi river tubing sejauh kurang lebih 800 meter. Dengan biaya sekitar Rp390 ribuan, peserta sudah mendapatkan sarapan, makan siang, air mineral, jas hujan, trekking pole, perlengkapan P3K, hingga perlindungan asuransi.

Bagi yang ingin tetap berpetualang namun dengan aktivitas yang lebih santai, tersedia Full Fun Day Package. Paket seharga sekitar Rp345 ribu ini juga dilengkapi sarapan, makan siang, perlengkapan trekking, P3K, serta asuransi. Bedanya, river tubing yang disajikan memiliki lintasan sekitar 200 meter sehingga cocok untuk pengunjung yang ingin menikmati alam tanpa terlalu menguras tenaga.
Sedangkan bagi wisatawan yang memiliki waktu lebih terbatas, tersedia Half Day Package dengan harga sekitar Rp275 ribu. Selama tiga hingga empat jam, peserta akan diajak menyusuri jalur trekking sepanjang kurang lebih dua kilometer melewati perbukitan, hutan pinus, area persawahan, perkebunan, hingga beberapa air terjun yang masih alami. Meski tanpa aktivitas river tubing, pengalaman menikmati alamnya tetap sangat mengesankan.
Saya pun berkata kepada istri,
"Kayaknya kalau ikut paket ini, kameraku bakal lebih capek daripada kaki kita."
Istri langsung tertawa.
"Bukan kameranya yang capek, Papanya yang nanti sibuk motoin Mama terus."
Nah... itu memang kenyataannya.
Kalau jalan berdua, saya memang lebih sering menjadi fotografer pribadi daripada objek foto.

Sambil duduk menikmati suasana, saya memperhatikan para pengunjung yang baru kembali dari trekking. Wajah mereka tampak lelah, tetapi senyum mereka seolah mengatakan bahwa perjalanan yang baru mereka lakukan benar-benar sepadan dengan keindahan alam yang mereka temui.
Saya jadi berpikir, lain kali sepertinya kami harus mencoba salah satu paket trekking tersebut. Siapa tahu bisa menemukan sudut-sudut Gunung Menir yang belum pernah kami lihat sebelumnya.
Waktu terus berjalan.
Kami saling berpandangan.
"Lanjut ke Gunung Menir, Pa?"
"Tentu... kan tujuan awal memang ke sana."
Kami pun meninggalkan Kopi Tubing dengan membawa kesan yang begitu menyenangkan. Kadang-kadang memang seperti itulah perjalanan. Tujuan utama tetap penting, tetapi persinggahan yang tidak direncanakan justru sering menjadi cerita yang paling berkesan.
Kalau kompasianer sedang mencari tempat untuk menikmati kopi sambil memanjakan mata dengan panorama alam yang indah, atau ingin merasakan sensasi trekking dan river tubing di kawasan Gunung Menir, Kopi Tubing layak masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi.
Siapa tahu, seperti kami... awalnya hanya berniat mampir sebentar, tetapi akhirnya pulang membawa cerita yang tak terlupakan.