Omjay Labschool
Omjay Labschool Guru

Blogger Handal di Era Global wa 08159155515

Selanjutnya

Tutup

Video

Politik Dinasti Indonesia: Ketika Nama Keluarga Menjadi Tiket Masuk

4 September 2026   11:30 Diperbarui: 4 September 2026   11:32 98 2 0

Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri
Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri

Politik Dinasti Indonesia: Ketika Nama Keluarga Menjadi Tiket Masuk ke Kekuasaan

Politik Dinasti, Praktik Lama Dalam Demokrasi

Pagi itu saya membaca kembali tulisan Christianto Wibisono berjudul Anatomi Politik Dinasti Indonesia. Tulisan yang diterbitkan pada 1 September 2023 tersebut membuat saya termenung cukup lama. Sebagai guru dan blogger yang sudah bertahun-tahun mengikuti perubahan Indonesia, saya melihat politik bukan hanya sebagai perebutan jabatan, tetapi sebagai perjalanan manusia dalam mencari pengaruh, kepercayaan, dan kekuasaan.


Ada satu pertanyaan yang tiba-tiba muncul dalam pikiran saya: apakah kekuasaan memang bisa diwariskan kepada keluarga? Kalau harta, mungkin bisa diwariskan. Rumah bisa diwariskan. Perusahaan bisa diwariskan. Nama keluarga juga bisa diwariskan. Tetapi apakah kepercayaan rakyat bisa diwariskan? Saya kira tidak.

Itulah yang membuat politik dinasti menjadi topik yang selalu menarik untuk dibicarakan. Kita bisa melihat bagaimana nama-nama besar dalam sejarah Indonesia muncul kembali dalam generasi berikutnya. Ada hubungan ayah dan anak, suami dan istri, kakak dan adik, paman dan keponakan, mertua dan menantu, bahkan besan.

Dalam tulisan Christianto Wibisono, hubungan kekerabatan para mantan menteri Indonesia dipetakan dengan sangat menarik. Dari ratusan orang yang pernah menjadi menteri sejak Indonesia merdeka, ditemukan sejumlah hubungan keluarga yang masuk dalam apa yang disebut sebagai dinasti politik.

Saya membacanya bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Saya justru mencoba melihatnya sebagai pelajaran sejarah. Sebab sejarah selalu memberikan pesan kepada kita: kekuasaan itu tidak pernah benar-benar abadi.

Orang yang hari ini berada di puncak kekuasaan, suatu saat akan meninggalkan jabatannya. Kabinet yang hari ini berkuasa, kelak berganti dengan kabinet berikutnya. Partai yang hari ini menjadi pemenang, suatu hari bisa menjadi oposisi. Bahkan orang yang dahulu menjadi lawan politik bisa saja kemudian duduk bersama dalam satu pemerintahan.

Politik memang penuh kejutan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5