
Panen ubi Cilembu dilakukan di area branggang Rutan Pasangkayu oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan bersama Plh. Kepala Rutan dan jajaran terkait. Tanaman tersebut sebelumnya dirawat melalui keterlibatan warga binaan bersama petugas.
Keberhasilan ini menjadi menarik karena kondisi tanah di lokasi bukan lahan yang mudah untuk budidaya ubi Cilembu. Meski demikian, proses penanaman dan perawatan tetap dilakukan hingga tanaman tumbuh dan dapat dipanen.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan mengatakan, hasil tersebut merupakan buah dari keterlibatan warga binaan dan petugas dalam merawat tanaman.
"Ubi Cilembu ini memang tidak mudah tumbuh di kondisi tanah seperti di sini. Tetapi warga binaan bersama petugas terus merawatnya sampai akhirnya bisa dipanen. Ini hasil kerja bersama yang tentu menjadi pengalaman baik untuk dikembangkan ke depannya," ujarnya.
Pemanfaatan area branggang untuk budidaya tanaman pangan juga membuat kegiatan ketahanan pangan di Rutan Pasangkayu tidak hanya berhenti pada penanaman. Warga binaan ikut terlibat dalam proses merawat tanaman hingga melihat langsung hasil yang diperoleh dari lahan yang mereka kelola bersama petugas.
Bagi Rutan Pasangkayu, panen tersebut menjadi salah satu hasil dari pemanfaatan lahan secara produktif. Keberhasilan menumbuhkan ubi Cilembu di kondisi tanah yang tidak mudah bagi varietas tersebut juga menjadi pengalaman untuk mengembangkan budidaya tanaman pangan lainnya.
Dari area branggang, hasil panen ini menunjukkan satu hal sederhana: ketika lahan yang ada dirawat dan dikerjakan bersama, hasilnya dapat dirasakan bersama pula. Ubi Cilembu yang berhasil dipanen menjadi salah satu hasil nyata dari kegiatan ketahanan pangan Rutan Pasangkayu.