Suyito Basuki
Suyito Basuki Editor

Pemulung berita yang suka mendaur ulang sehingga lebih bermakna

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pelatihan Singkat Cinematografi, Hasilkan Film-Film Menawan Hati

26 September 2026   19:20 Diperbarui: 26 September 2026   19:32 284 2 2

Cuma Tiga Hari, Pelatihan Cinematografi, Anak-anak SMAN 1 Ambarawa Hasilkan Film Pendek Menawan Hati

Oleh: Suyito Basuki *)

Di Studio Film Boemi Manusia Gamplong Hanung Bramantyo Yogyakarta (Foto: Erna W) 
Di Studio Film Boemi Manusia Gamplong Hanung Bramantyo Yogyakarta (Foto: Erna W) 

Muhammad Rohan Fidian Khal yang dipanggil akrab Rohan (17), pemeran utama film The Eraser. Rohan awalnya jujur agak parno, "Soalnya waktu pengerjaan cuma 2 hari dan di akhir kita malah ngumpulin videonya lewat dari tenggat. Udah pasrah aja, mikir paling nilai dikurangin atau malah nggak dinilai. Pas hari penilaian, video kita ditayangkan paling akhir, jadi makin pesimis, udah nyiapin diri buat nggak dapet apa-apa. Tapi proses buru-buru itu justru bikin kita kompak, semua orang dadakan jadi multitasking, ada yang mikirin naskah sambil syuting, ada yang edit sambil nyusul adegan yang belum kepake. Nggak ada waktu buat drama, semua orang cuma fokus gimana caranya kelar," demikian testimoni Rohan. Film The Eraser mendapat penilaian sebagai Juara 3.

Setelah 3 hari, Senin 21-Rabu 23 September, para murid kelas XI SMAN 1 Ambarawa yang mengambil kokurikuler Cinematografi mendapat tutorial pembuatan film pendek dari Institut Seni Yogyakarta (ISI) Yogyakarta, para murid langsung dikomando untuk membuat film pendek.  Ada 11 kelas dengan masing-masing kelas dibagi menjadi 3 kelompok kecil.  Sehingga tidak main-main, dihasilkanlah 33 film pendek!  Kemudian oleh tim penilai dipilih 11 film dari masing-masing kelas dan akhirnya terdapatlah 3 unggulan: Juara 1, 2, dan 3.

Kamis, 24 September 2026, para murid bersama dengan guru, Kepala Sekolah, serta Komite Sekolah mengadakan Outing Class ke Yogyakarta.  Mereka ke Studio Film Gamplong Hanung Bramantyo, ISI Yogyakarta untuk mendapatkan insight dan penilaian film serta perjalanan berakhir di Candi Prambanan melihat pentas Sendratari Ramayana Ballet.

Dari penilaian tim ISI Yogyakarta, juara 1 adalah film pendek karya kelas XI.6 Kelompok A  (Kelompok 1 dan 5) yang berjudul: Satu Putaran Lagi.  Film ini bercerita tentang kegagalan pencapaian seorang pelari yang tiba-tiba saja membuat semangatnya menjadi terhenti.  Tetapi atas dorongan teman-temannya, maka pelari yang bernama Huga itu kemudian mencoba berlatih kembali.  Berkat ketekunannya dalam berlatih, maka saat kejuaraan, dia bisa memenangkan di sebuah kejuaraan, ia menjadi juara 1.


Teks perenungan di akhir film: Terkadang yang harus kita kalahkan bukan kawan di lintasan, tetapi rasa takut untuk mencoba lagi. 

Sebagai Sutradara film ini: Bilqis Aqila, Raitsa Hanifa, Sinematografi: Raka Kynan Bachtiar, Sevtiana Dhea Putri Rahmandani, Aktor: Muhammad Al Farizi, Moch Huga Aswangga Prakosa, Rafa Zakin Oka Pratama, Penulis Naskah: Almira Hasya Ghassanni.

Juara 2 adalah film pendek karya kelas XI.5 Kelompok B (Kelompok 3 dan 5) yang berjudul: Misteri Bangku Belakang.  Film ini bercerita tentang sebuah bangku yangterbilang angker terletak di belakang kelas.  Bangku ini tidak ada yang berani menempati karena ada cerita bahwa orang yang duduk di bangku ini akan mendengar suara-suara yang memanggil yang tidak jelas arahnya.  Di samping itu beredar cerita bahwa anak yang pernah menempati bangku ini tiba-tiba menghilang. 

Dari penyelidikan di perpustakaan  dan telpon kepada seorang alumni yang pernah berada di kelas itu, 3 orang siswa,  menemukan fakta bahwa anak yang dikabarkan hilang itu ternyata pindah sekolah karena pekerjaan orang tuanya.  Selain itu, mereka menemukan fakta bahwa suara-suara yang terdengar memanggil itu sebenarnya suara orang dari koriodor sekolah.  Saat kelas kosong, suara-suara itu jelas akan masuk ke kelas.


Teks perenungan di akhir film: Tidak semua yang terdengar misterius membutuhkan rasa takut, beberapa hanya membutuhkan seseorang yang mau mencari tahu.

Sutradara film ini: Adian Fairuz, Assisten Sutradara: Pramatatya, Editor: Annajwa Sidny K, Sevina Ayu  S, Kameramen: Abna Winahyu I, Irsyad Danish M, Pemeran Utama:  Deo Nur C (Reno), Khairun Nisa (Akira), Mutia Eka P (Maya), Wardrobe & Make Up: Azka Marietha P, Kartini Gita A, Zahdari Vanno M.

Juara 3 adalah film pendek karya kelas XI.1 Kelompok B yang berjudul The Eraser. Film ini bercerita tentang sebuah alat penghapus (eraser) yang bisa menghapus kesalahan atau cerita yang terjadi di masa lampau.  Pemeran utama Rohan, yang seharusnya memiliki nilai kurang, bisa menghapus nilai itu sehingga memiliki nilai yang bagus.  Peristiwa perkelahian dengan temannya pun beberapa hari yang lalu, dengan menggerakkan penghapus pada sebuah foto maka ingatan temannya akan peristiwa perkelahian itu bisa lupa. 


Pelaku utama akhirnya sadar bahwa dengan menghapus kejadian seperti itu malah orang tidak bisa belajar dari sebuah kesalahan.  Oleh karena itu panghapus itu kemudian tidak lagi digunakan.

Teks perenungan di akhir film: Kalau semua kesalahan bisa dihapus , mungkin kita juga akan kehilangan alasan untuk berubah.

Produser film ini:  Nada, Sutradara: Nada & Zahra, Penulis Skenario: Zahra, Pemeran Utama: Rohan, Kameramen: Vina, Vyas, Editor: Moga, Risma, Sound Recordist: Dharma,  Talent: Cestri, Safira, Wardrobe + Make Up: Brenda, dan Art Director / Property: Nazilatul.

*) Penulis tinggal di Ambarawa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2