Arifbol
Arifbol Penulis

Belajar buat artikel sendiri mulai sekarang karena kata bapak Rocky Gerung plagiarisme atau menjiplak adalah kejahatan intelektual.

Selanjutnya

Tutup

Video

Masihkah Ada Harapan

2 Juni 2026   05:44 Diperbarui: 2 Juni 2026   05:44 28 0 0

 

Makna di Balik Keraguan yang Menyayat Hati

Ada rasa yang paling berat dalam mencintai: yaitu saat kita berjuang habis-habisan, namun kita tidak tahu apakah perjuangan itu akan berujung bahagia atau sia-sia. Di awal lirik saya tulis: "Sudah berbulan lamanya aku berjalan, mencari jejak yang entah ke mana arahnya". Ini menggambarkan betapa panjangnya waktu yang dilalui, betapa banyak tenaga yang terkuras, namun tujuan yang dicari masih samar, masih tertutup kabut ketidakpastian.

Baris ikonik menurut saya: "Namun di mana... di mana kau berada Hanan? Hanya angin yang menjawab keluh kesahku", menjadi puncak dari rasa kesepian itu. Saat kita memanggil, saat kita merindu, tak ada jawaban yang kembali. Hanya keheningan dan suara angin yang seolah mengejek atau sekadar lewat tanpa membawa kabar. Di sinilah benih keraguan mulai tumbuh.

Di bagian reff, pertanyaan besar saya lontarkan: "Kalau akhirnya takkan pernah bersatu, masihkah ada harapan ku teruskan langkah ini?". Ini adalah momen ketika logika mulai bertarung dengan perasaan. Logika berkata: "Berhentilah, percuma saja jika tak ditakdirkan". Namun hati berkata lain: "Tetaplah bertahan, karena kau mencintainya bukan karena hasil akhirnya, tapi karena dia memang orang yang kau cintai".

Kalimat "Bukan aku tak cinta, bukan aku tak sayang, tapi lelah ini terasa makin menyiksa" adalah pengakuan yang sangat jujur. Sering kali orang salah mengira bahwa rasa lelah berarti berkurangnya rasa cinta. Padahal tidak. Rasa lelah itu muncul justru karena rasa cinta itu terlalu besar, sehingga berat untuk dipikul sendirian dalam waktu yang lama.

Ketika Tekad Lebih Kuat dari Keraguan

Meskipun laguku ini penuh dengan pertanyaan dan keraguan, ada satu hal yang tak tergoyahkan sampai akhir. Di bagian jembatan lagu tertulis:

 

"Biarlah orang bilang aku bermimpi

Mengejar bayang yang tak berujung akhir

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8