Belajar buat artikel sendiri mulai sekarang karena kata bapak Rocky Gerung plagiarisme atau menjiplak adalah kejahatan intelektual.
Meski raga ini jatuh dan terkapar
Namun tekad ini tetap takkan pudar
Karena kau... satu-satunya di hidupku"
Di sini terlihat jelas inti dari cinta sejati. Cinta sejati itu pilihan hati. Ia tetap bertahan meski akal sehat berkata mustahil. Ia tetap setia meski orang lain menganggapnya gila atau bermimpi. Karena bagi pencinta sejati, orang yang dicintai bukanlah sekadar pilihan, melainkan satu-satunya tujuan hidup.
Dan di akhir lagu saya, meski pertanyaan "Masihkah ada harapan?" kembali terucap, ada jawaban diam yang tersirat dalam kalimat penutup: "Untuk mencintaimu... Hanan...". Jawabannya adalah: Selama aku masih mencintaimu, harapan itu akan selalu ada. Harapan bukan hanya soal bersatu kembali, tapi harapan untuk terus bisa mencintai, terus bisa berjuang, dan terus bisa setia sampai napas terakhir.
Pesan untuk Hati yang Sedang Berjuang
Lagu "Masihkah Ada Harapan" ini saya persembahkan untuk siapa saja yang sedang berada di persimpangan jalan cinta. Bagi kalian yang sudah berjuang lama, yang sudah menunggu bertahun-tahun, atau yang sudah berkorban banyak namun hasilnya belum terlihat.
Wajar jika kalian lelah. Wajar jika kalian bertanya-tanya. Wajar jika kalian ragu. Itu manusiawi. Tapi ingatlah satu hal: Cinta yang hebat adalah cinta yang mampu bertahan melewati masa-masa sulit. Cinta yang indah adalah cinta yang tetap ada meski raga ini lelah terkapar.
Jadi, masihkah ada harapan?
Jawabannya ada di hatimu sendiri. Selama cintamu belum mati, selama namanya masih ada di doamu, maka harapan itu takkan pernah hilang. Tetaplah melangkah, tetaplah mencinta, dan biarkan waktu yang menjawab segalanya.
Masihkah ada harapan? Selama aku bernapas, masih ada.