Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

PB PGRI Audiensi dengan Badan Legislasi DPR RI Untuk Mendorong RUU Perlindungan Guru

3 Februari 2026   07:07 Diperbarui: 8 Februari 2026   20:42 400 6 1

Sebagai solusi jangka panjang, PB PGRI mengusulkan pembentukan Badan Hukum Nasional atau lembaga khusus manajemen guru yang bertugas mengatur distribusi, pengangkatan, perlindungan, dan kesejahteraan guru secara terpusat dan berkeadilan.

Usulan Materi Strategis dalam Prolegnas 2026

Dalam audiensi tersebut, PB PGRI juga menyampaikan sejumlah gagasan strategis yang diusulkan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026. Salah satu poin krusial adalah pemberian hak imunitas terbatas bagi guru. 

Imunitas ini bukan untuk membebaskan guru dari hukum, melainkan melindungi guru saat menjalankan tugas profesinya sesuai kode etik pendidikan.

Selain itu, PB PGRI mendorong pembentukan Badan Kehormatan Guru sebagai lembaga etik profesi. Dengan adanya badan ini, persoalan-persoalan yang melibatkan guru dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme etik dan profesional, tanpa harus langsung dibawa ke ranah pidana.

Tak kalah penting, PB PGRI mengkritisi politik anggaran pendidikan. Meski konstitusi mengamanatkan alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan, dalam praktiknya anggaran tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh sekolah, guru, dan dosen. 

Banyak anggaran terserap untuk urusan birokrasi dan kedinasan, bukan untuk peningkatan kesejahteraan dan mutu pendidikan. Seharusnya kesejahteraan dan mutu pendidikan menjadi fokus utama pemerintah.

Respons Positif Baleg DPR RI

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Baleg DPR RI menyatakan dukungan politis terhadap perjuangan PB PGRI. Anggota DPR sepakat bahwa guru merupakan "tulang punggung bangsa" yang harus dijaga martabat dan keamanannya melalui regulasi yang kuat.

Baleg DPR RI menyatakan komitmennya untuk mempertimbangkan RUU Perlindungan Guru agar dapat masuk dalam Prolegnas. DPR juga mengakui adanya persoalan tata kelola pendidikan, termasuk tumpang tindih kewenangan antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama, yang kerap menghambat penyaluran hak-hak guru.

Momentum Perjuangan Guru

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4