Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Surat Untuk Presiden Prabowo Subianto Dari Warga Ogan Ilir

30 Maret 2026   15:26 Diperbarui: 30 Maret 2026   15:26 218 4 1

Ilustrasi surat terbuka untuk Prabowo/ChatGPT
Ilustrasi surat terbuka untuk Prabowo/ChatGPT

Jeritan warga Ogan Ilir pecah! Dugaan malpraktik RS Kayagung menuntut keadilan. Akankah Prabowo Subianto turun tangan? Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana tercinta setelah membaca curhatan seorang kawan.

SURAT TERBUKA WARGA OGAN ILIR KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Kepada Yth.
Bapak Prabowo Subianto
di Tempat

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dengan penuh harap dan hati yang diliputi kegelisahan, kami, warga Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menyampaikan surat terbuka ini kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Surat ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan jeritan hati, suara penderitaan, dan harapan akan hadirnya keadilan di negeri yang kami cintai ini.

Bapak Presiden yang kami hormati,

Kami ingin menyampaikan secara langsung kepada Bapak terkait dugaan kasus malpraktik yang melibatkan oknum perawat di RS Kayagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Peristiwa ini telah menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga bagi kami sebagai masyarakat yang mendambakan pelayanan kesehatan yang aman, manusiawi, dan berkeadilan.

Kami percaya bahwa tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam menjaga kehidupan. Mereka adalah sosok yang kami percayakan untuk merawat, menyembuhkan, dan memberi harapan. Namun, ketika kepercayaan itu justru ternodai oleh dugaan kelalaian atau tindakan yang tidak sesuai dengan standar profesi, maka yang tersisa hanyalah ketakutan dan trauma yang mendalam.

Bapak Presiden,

Kami tidak serta-merta menuduh tanpa dasar. Namun, fakta-fakta yang berkembang di tengah masyarakat menimbulkan tanda tanya besar. Proses penanganan kasus ini dirasa berjalan lambat, kurang transparan, dan belum memberikan rasa keadilan bagi korban. Kami khawatir, jika hal ini terus dibiarkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan akan semakin menurun.

Lebih dari itu, kami merasa bahwa suara kami seolah tidak didengar. Kami telah berusaha menyampaikan aspirasi melalui berbagai jalur, namun hingga saat ini, kejelasan yang kami harapkan belum juga datang. Dalam kondisi seperti ini, kami hanya bisa berharap kepada Bapak Presiden sebagai pemimpin tertinggi negeri ini untuk turun tangan.

Bapak Presiden yang kami muliakan,

Kami bukanlah orang-orang yang mencari sensasi. Kami adalah rakyat kecil yang hanya ingin keadilan ditegakkan. Kami rela berkorban, bahkan menyiksa diri dengan menahan rasa sakit dan kecewa, demi mendapatkan keadilan yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara.

Namun, jika jeritan ini terus diabaikan, kami khawatir bahwa hak asasi manusia kami benar-benar terpinggirkan. Kami tidak ingin hidup dalam ketakutan, tidak ingin pelayanan kesehatan menjadi momok yang menakutkan, dan tidak ingin kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

Kami memohon dengan sangat kepada Bapak Presiden untuk:

  1. Menginstruksikan investigasi yang transparan, independen, dan menyeluruh terhadap kasus dugaan malpraktik ini.

  2. Memastikan bahwa pihak-pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

  3. Memberikan perlindungan kepada korban dan keluarganya agar mendapatkan keadilan dan pemulihan yang layak.

  4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, khususnya di daerah, agar kejadian serupa tidak terulang.

https://youtu.be/JlqyCkp-otE

  • Video ini menampilkan seorang ibu yang langsung memohon keadilan kepada Presiden, sangat sejalan dengan isi surat Anda.
  • Kasusnya juga terkait dugaan malpraktik di rumah sakit, yang sering memicu gelombang emosi dan solidaritas publik.
  • Fenomena seperti ini memang nyata terjadi—bahkan beberapa kasus viral menunjukkan keluarga korban sampai memohon langsung ke Presiden dan aparat hukum

Bapak Presiden,

Kami masih percaya bahwa negara hadir untuk rakyatnya. Kami masih percaya bahwa keadilan itu nyata, bukan sekadar janji. Dan kami masih percaya bahwa Bapak sebagai pemimpin bangsa memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil yang sedang berjuang.

Namun izinkan kami juga menyampaikan dengan tegas:
Jika suara kami tetap tidak didengar, jika keadilan terus tertunda, maka kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus bersuara, kami akan terus berjuang, hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

Bahkan, jika diperlukan, kami akan mengetuk pintu dunia internasional, menyampaikan kepada negara-negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian, bahwa di negeri kami, masih ada jeritan yang belum mendapatkan jawaban.

Ini bukan ancaman, Bapak Presiden. Ini adalah bentuk keputusasaan rakyat yang merasa tidak lagi memiliki tempat untuk mengadu.

Kami tidak ingin konflik. Kami tidak ingin kegaduhan. Kami hanya ingin keadilan.

Kami ingin percaya bahwa Indonesia adalah negara hukum. Kami ingin percaya bahwa setiap nyawa berharga. Dan kami ingin percaya bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap penderitaan rakyatnya.

Akhir kata, kami memohon dengan penuh kerendahan hati, namun juga dengan keteguhan sikap:
Tolong dengarkan kami, Bapak Presiden. Tolong bantu kami mendapatkan keadilan.

Karena bagi kami, keadilan bukan hanya harapan---
melainkan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat kami,
Warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan

ilustrasi usut malpraktek/chatgpt
ilustrasi usut malpraktek/chatgpt

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3