Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Inilah Nasib Guru dan SPPG yang Bikin Sedih

10 April 2026   17:54 Diperbarui: 10 April 2026   18:10 162 7 2

Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan ini. Dibutuhkan kebijakan yang lebih berpihak kepada guru, terutama guru honorer dan mereka yang berada di daerah terpencil. Pemerataan kesejahteraan harus menjadi prioritas, bukan sekadar wacana.

Selain itu, masyarakat juga perlu memberikan penghargaan yang lebih tinggi kepada guru. Tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam sikap dan penghormatan. Guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi pembentuk karakter generasi bangsa.

Di era digital seperti sekarang, tantangan guru semakin kompleks. Mereka dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dengan teknologi, dan menghadirkan pembelajaran yang menarik. Namun, semua itu membutuhkan dukungan, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Ilustrasi "Nasib Guru dan SPPG" seharusnya menjadi bahan refleksi bersama. Bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, tetapi untuk membuka mata kita semua bahwa masih ada ketimpangan yang perlu diperbaiki.

Harapan ke depan, guru tidak lagi digambarkan sebagai sosok yang tertinggal, tetapi sebagai profesi yang sejahtera, dihormati, dan menjadi pilihan utama generasi muda. Kita ingin melihat lebih banyak anak-anak bangsa yang bercita-cita menjadi guru, bukan justru menghindarinya karena alasan kesejahteraan.

Sebagai penutup, saya ingin mengajak kita semua untuk merenung: jika kita ingin masa depan bangsa yang lebih baik, maka kita harus mulai dari memperhatikan nasib gurunya. Karena di tangan merekalah masa depan itu dibentuk.

Guru bukan sekadar profesi. Guru adalah fondasi peradaban. Dan sudah saatnya fondasi itu kita perkuat, kita hargai, dan kita sejahterakan.

Salam blogger persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3