Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Dibalik Senyum Omjay Melawan Vertigo dan Bayang-Bayang Sroke

29 April 2026   10:06 Diperbarui: 29 April 2026   10:40 211 6 3

Omjay guru blogger indonesia/dokpri
Omjay guru blogger indonesia/dokpri

Alhamdulilah pagi ini Omjay sudah berada di stasiun LRT Cikunir 1 menuju sekolah. Omjay belum boleh membawa mobil pribadi. Omjay memilih naik angkutan umum, salah satunya LRT. Di Balik Senyum Omjay itu ada yang tersembunyi. Sebuah Perjalanan Sunyi Melawan Vertigo dan Bayang-Bayang Stroke. Inilah kisah Omjay di kompasiana. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana.

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

Pagi itu tampak biasa saja. Seperti hari-hari lainnya, hiruk pikuk kota Bekasi terus berjalan tanpa jeda. Orang-orang bergegas mengejar waktu, kendaraan saling berlomba, dan kehidupan seolah tak memberi ruang untuk berhenti. 

Namun di sudut yang tak banyak diperhatikan, ada sebuah kisah yang diam-diam menyimpan luka. Sebuah kisah seorang guru, seorang penulis, seorang pejuang kehidupan. Nama panggilannya: Omjay.

Dari luar, wajahnya tampak tenang. Senyum tipis menghiasi bibirnya, seakan tidak ada beban yang ia pikul. Dengan peci khas Aceh di kepala dan tas sederhana di tangan, Omjay duduk di kursi angkutan umum, mencoba menjaga keseimbangan tubuhnya. Tidak banyak yang tahu, di balik senyum itu, dunia Omjay sedang berputar hebat.

https://youtu.be/zwpavVg6pyQ?si=oTmxO-x-EzycOZoO

Vertigo datang tanpa permisi.

Kepalanya terasa berputar seperti dunia yang kehilangan poros. Pandangannya kabur, tubuhnya limbung. Setiap gerakan kecil terasa seperti gelombang besar yang mengguncang. Namun hari itu, ia tetap memaksakan diri naik angkutan umum. Bukan karena kuat, tetapi karena keadaan memaksanya untuk tetap berjalan.

Di dalam angkutan itu, Omjay memilih diam. Omjay menunduk sejenak, menarik napas dalam-dalam, mencoba berdamai dengan rasa yang sulit dijelaskan. 

Di sampingnya, orang-orang sibuk dengan dunia masing-masing. Ada yang menatap layar ponsel, ada yang terlelap, ada pula yang sekadar menunggu sampai tujuan. Tak ada yang tahu, bahwa di antara mereka, ada seseorang yang sedang berjuang melawan tubuhnya sendiri. Omjay tak ingin terlambat datang ke sekolah.

Bagi Omjay, ini bukan sekadar vertigo. Ada bayang-bayang lain yang lebih menakutkan: stroke. Penyakit yang datang diam-diam, tapi dampaknya bisa merenggut segalanya. Omjay tahu betul risiko itu. 

Tubuhnya memberi sinyal, peringatan yang tidak bisa diabaikan. Namun sebagai seorang guru, Omjay terbiasa mengalahkan rasa sakit demi tanggung jawab. Tak boleh siswanya tertinggal pelajaran karena gurunya tak hadir di sekolah.

Di tengah guncangan itu, pikirannya melayang. Omjay teringat murid-muridnya. Teringat tulisan-tulisannya yang belum selesai. Teringat keluarga yang menunggunya di rumah. Ada begitu banyak alasan untuk tetap bertahan. Ada begitu banyak harapan yang belum ingin ia lepaskan.

Tangannya sempat berpegangan erat pada kursi. Bukan karena takut jatuh semata, tetapi karena ia sedang menahan sesuatu yang lebih besar: rasa rapuh. Seorang guru yang selama ini menguatkan orang lain, kini harus belajar menguatkan dirinya sendiri.

Air mata nyaris jatuh. Namun Omjay tahan. Bukan karena Omjay tidak ingin menangis, tetapi karena ia tahu, hidup tidak selalu memberi ruang untuk itu. Kadang, seseorang harus tetap tersenyum meski hatinya sedang berteriak.

Perjalanan itu terasa sangat panjang.

Setiap detik seperti menit, setiap menit seperti jam. Tubuhnya lelah, pikirannya penuh, tapi ia tetap bertahan. Hingga akhirnya, angkutan itu berhenti di tujuan. Dengan langkah perlahan, Omjay turun, mencoba menapak bumi yang masih terasa berputar.

Omjay berhenti sejenak. Menatap langit. Dan dalam diam, ia berbisik kepada dirinya sendiri, "Saya harus kuat."

Kisah Omjay ini bukan tentang kelemahan.

Ini tentang keberanian yang sering tidak terlihat. Tentang perjuangan yang tidak selalu mendapat tepuk tangan. Tentang seorang manusia yang memilih tetap berjalan, meski tubuhnya memohon untuk berhenti.

Omjay mengajarkan kita satu hal penting bahwa hidup bukan tentang seberapa kuat kita terlihat, tetapi seberapa mampu kita bertahan ketika tidak ada yang melihat.

Hari itu, Omjay memang naik angkutan umum dengan tubuh yang goyah. Namun sesungguhnya, ia sedang menempuh perjalanan yang jauh lebih berat yaitu perjalanan melawan rasa sakit, melawan ketakutan, dan melawan kemungkinan terburuk dalam hidupnya.

Dan dari sana, kita belajar...Bahwa di balik senyum seseorang, bisa jadi ada perjuangan yang tak pernah Omjay ceritakan. Omjay akan tetap memberikan senyum terbaiknya, walaupun serangan stroke sering datang tiba-tiba.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay Guru blogger indonesia/dokpri
Omjay Guru blogger indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3