Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Panduan Lengkap Membuat Pupuk Organik dari Sampah Daun Kering di Rumah
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Sampah daun sering dianggap sebagai limbah yang mengotori halaman rumah. Padahal, jika dikelola dengan baik, daun-daun kering dapat diubah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang sangat bermanfaat bagi tanaman.
Selain mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, membuat kompos juga membantu menjaga kesuburan tanah sekaligus menghemat biaya pembelian pupuk.
Bagi Omjay yang tinggal di Jatibening Indah dan rutin membersihkan halaman, cara ini sangat cocok diterapkan karena bahan bakunya tersedia setiap hari.
Alat yang Dibutuhkan
Bahan yang Dibutuhkan
Langkah 1. Siapkan Wadah Kompos
Lubangi sisi ember dan bagian bawahnya agar udara dapat masuk dan air berlebih keluar. Lubang berdiameter sekitar 1 cm dengan jarak 10 cm sudah cukup.
Langkah 2. Cacah Daun
Daun sebaiknya dipotong kecil-kecil sekitar 3--5 cm. Daun yang dicacah lebih cepat terurai dibandingkan daun utuh.
Langkah 3. Buat Larutan Aktivator
Campurkan:
Diamkan sekitar 15--30 menit sebelum digunakan.
Langkah 4. Susun Bahan
Masukkan secara berlapis:
Ulangi hingga wadah penuh.
Perbandingan ideal:
Langkah 5. Jaga Kelembapan
Kompos harus lembap seperti spons yang diperas.
Jika terlalu kering, tambahkan air.
Jika terlalu basah, tambahkan daun kering.
Langkah 6. Tutup dan Simpan
Simpan ember di tempat teduh.
Jangan terkena hujan langsung.
Langkah 7. Aduk Secara Berkala
Setiap 5--7 hari:
Pengadukan membantu mikroorganisme memperoleh oksigen sehingga proses penguraian lebih cepat.
Proses Pengomposan
Minggu Pertama
Daun mulai berubah warna.
Suhu kompos meningkat.
Mulai muncul aroma fermentasi.
Minggu Kedua
Daun mulai hancur.
Volume mulai menyusut.
Minggu Ketiga hingga Keenam
Warna berubah menjadi cokelat tua.
Tekstur mulai remah.
Bulan Kedua hingga Ketiga
Kompos sudah matang.
Berwarna hitam kecokelatan.
Tidak berbau busuk.
Aromanya seperti tanah hutan.
Tanda Kompos Berhasil
Tidak berbau busuk
Warna hitam kecokelatan
Daun sulit dikenali bentuk aslinya
Tekstur gembur
Tidak panas saat dipegang
Cara Menggunakan
Tanaman Hias
Taburkan 1 genggam setiap bulan.
Sayuran
Campurkan dengan tanah sebelum tanam.
Pohon Buah
Berikan 2--5 kg setiap tiga bulan.
Rumput Halaman
Taburkan tipis setelah rumput dipotong.
Tips Agar Kompos Cepat Jadi
Manfaat Membuat Kompos Sendiri
Penutup
Daun yang berguguran bukanlah sampah, melainkan sumber kehidupan baru bagi tanaman. Dengan sedikit waktu dan ketelatenan, setiap keluarga dapat mengubah limbah organik menjadi pupuk yang bernilai tinggi. Langkah sederhana ini bukan hanya membuat halaman rumah lebih bersih, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Semoga semakin banyak keluarga yang memanfaatkan sampah daun menjadi kompos organik. Dari halaman rumah kita, gerakan kecil ini dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.
https://youtu.be/YRHcpHWtf6A?si=ADQyRnyBKEmKtZ42
Salam blogger persahabatan
Omjay/Kakek Jay
https://youtu.be/nTBK01qvjkc?si=slI5yPebbSD7Nqao
