Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Alih-alih menuju Stasiun Dukuh Atas, langkah saya mengarah ke lapangan dekat rumah. Di sana, puluhan peserta Senam Ling Tien Kung telah berkumpul. Tidak ada suara kereta yang melaju. Yang terdengar justru tawa para peserta, sapaan hangat antartetangga, dan instruksi pelatih yang mengajak kami menggerakkan tubuh dengan perlahan.
Saat itulah saya menyadari sesuatu.
Pagi yang bermakna tidak selalu harus dihabiskan di tempat yang jauh. Kadang, pelajaran paling berharga justru hadir beberapa ratus meter dari rumah. Setiap tarikan napas terasa lebih lega. Setiap gerakan mengingatkan bahwa tubuh bukan mesin yang dapat dipaksa bekerja tanpa jeda.
Selama bertahun-tahun saya sering mengajak orang lain mengejar kesempatan. Mengikuti seminar, menghadiri pelatihan, berkunjung ke berbagai daerah, dan terus menulis tanpa henti. Semua itu tetap penting. Namun kini saya menemukan pelajaran baru: kesempatan akan terus berdatangan, sedangkan kesehatan harus dirawat setiap hari.
Saya yakin suatu saat nanti saya masih bisa mengunjungi depo LRT, menaiki kereta tanpa masinis, bahkan menuliskan pengalaman yang lebih lengkap. Hari ini bukan kehilangan kesempatan, melainkan menunda perjalanan agar saya tetap mampu menikmati perjalanan-perjalanan berikutnya.
Pengalaman pagi ini memperkaya filosofi yang selama ini saya pegang.
Satu hari, satu tulisan. Satu hari, satu suara. Satu hari, satu pengalaman.
Pengalaman itu tidak selalu lahir dari perjalanan yang spektakuler. Terkadang, pengalaman terbaik muncul ketika kita berani mengambil keputusan yang paling bijaksana, meskipun tidak sesuai dengan rencana semula.
Hari ini saya memang tidak membawa pulang foto-foto dari ruang simulator LRT. Sebagai gantinya, saya membawa pulang sebuah kesadaran baru: tidak semua kemenangan diperoleh dengan terus melangkah. Ada kalanya kemenangan justru diraih ketika kita tahu kapan harus berhenti, mendengarkan tubuh, lalu memulai kembali dengan tenaga yang lebih utuh.
Itulah cerita saya pagi ini. Bukan tentang perjalanan yang batal, melainkan tentang perjalanan pulang kepada diri sendiri.
Salam Blogger Persahabatan.