Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Saya belajar bahwa anak-anak tidak akan mengingat berapa besar gaji ayahnya. Mereka akan mengingat apakah ayah hadir ketika mereka membutuhkan. Mereka akan mengenang siapa yang menemani belajar bersepeda, membacakan dongeng sebelum tidur, mengusap air mata ketika jatuh, atau memeluk mereka ketika takut menghadapi dunia.
Di era modern ini, banyak ayah mulai menyadari bahwa pengasuhan bukan lagi pekerjaan yang dibagi berdasarkan jenis kelamin. Ayah tidak kehilangan wibawa ketika mencuci botol susu, menyiapkan makanan, atau menggendong bayi. Justru di situlah letak kehebatan seorang laki-laki. Ia tetap kuat bekerja di luar rumah, tetapi juga lembut ketika berada di tengah keluarganya.
Saya bersyukur pernah menikmati fase-fase sederhana bersama keluarga. Pengalaman itu mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari rumah yang besar atau kendaraan yang mewah. Kebahagiaan sering hadir dari ruang tamu yang dipenuhi tawa anak-anak, dari makan malam bersama, dari obrolan sederhana sebelum tidur, dan dari rasa saling menguatkan ketika hidup sedang tidak mudah.
Kini anak-anak telah tumbuh dewasa. Mereka memiliki jalan hidup masing-masing. Namun, saya percaya, benih kasih sayang yang ditanam sejak mereka kecil akan terus hidup sepanjang usia. Tidak semua pelajaran diberikan melalui kata-kata. Banyak pelajaran justru lahir dari teladan. Ketika seorang ayah menghormati istrinya, anak belajar menghargai perempuan. Ketika seorang ayah membantu pekerjaan rumah tanpa diminta, anak belajar tentang kerja sama. Ketika seorang ayah hadir dalam suka maupun duka, anak belajar arti tanggung jawab.
Karena itu, saya selalu mengajak para ayah untuk tidak merasa cukup hanya dengan mencari nafkah. Jadilah sahabat bagi istri, teman bermain bagi anak, sekaligus guru pertama yang mengajarkan nilai kehidupan. Seorang ayah memang tidak menyusui bayinya, tetapi ia dapat menguatkan hati ibu, menenangkan rumah, dan menumbuhkan rasa aman bagi seluruh keluarga. Itulah "ASI" terbaik yang hanya bisa diberikan oleh seorang ayah: Aman, Sayang, dan Inspirasi.
Menjadi ayah bukan sekadar status yang tercantum di kartu keluarga. Menjadi ayah adalah pilihan untuk selalu hadir, mendampingi, dan mencintai tanpa syarat. Sebab, pada akhirnya anak-anak tidak membutuhkan ayah yang sempurna. Mereka hanya membutuhkan ayah yang selalu ada ketika mereka memanggil, "Ayah..."
Salam blogger persahabatan
Omjay/Kakek Jay
