Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil OMJAY. Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, Menulis lah di blog Kompasiana Sebelum Tidur. HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Apakah masih ada masyarakat yang merasa tidak didengar?
Apakah masih ada janji perdamaian yang dianggap belum sepenuhnya terlaksana?
Apakah ada persoalan ekonomi dan pembangunan yang membuat sebagian masyarakat merasa tertinggal?
Apakah generasi muda Aceh memahami sejarah konflik hanya dari cerita kemarahan, atau juga memahami mahalnya harga sebuah perdamaian?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini jauh lebih penting daripada saling menunjuk.
Saya teringat satu kalimat sederhana: jangan tunggu rumah terbakar untuk mulai mencari sumber api.
Kita tidak sedang mengatakan bahwa Aceh akan kembali berperang. Tidak. Jangan sampai.
Aceh hari ini jauh berbeda dengan Aceh puluhan tahun lalu. Perdamaian telah membawa perubahan besar. Masyarakat bisa menjalani kehidupan dengan lebih aman. Politik dapat berlangsung melalui mekanisme demokratis. Mantan kombatan telah memiliki ruang untuk kembali ke tengah masyarakat.
Tetapi justru karena perdamaian itu mahal, setiap tanda keretakan harus diperhatikan.
Kita tidak boleh panik.
Kita juga tidak boleh meremehkan.