Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil OMJAY. Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, Menulis lah di blog Kompasiana Sebelum Tidur. HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Mengapa Rakyat Aceh Marah?

16 Agustus 2026   19:56 Diperbarui: 16 Agustus 2026   20:22 350 4 0

Dan tidak adanya perang bukan berarti seluruh luka sejarah sudah hilang.

Mungkin itulah yang ingin kita renungkan dari peristiwa ini.

Ketika Merah Putih diturunkan dan Bendera Bulan Bintang dikibarkan, jangan hanya melihat kain yang bergerak tertiup angin. Lihatlah sejarah yang berada di belakangnya.

Ketika Garuda dicopot, jangan hanya melihat sebuah ornamen yang jatuh. Ingatlah bahwa Garuda adalah simbol negara yang seharusnya dihormati.

Ketika aparat dilempari, jangan hanya melihat kerumunan yang marah. Tanyakan mengapa emosi bisa mencapai titik tersebut.

Dan ketika seseorang berteriak "Merdeka!", jangan hanya membalas dengan kemarahan. Dengarkan terlebih dahulu apa yang sebenarnya sedang ingin disampaikan.

Sebab negara yang kuat bukan negara yang tidak pernah dikritik.

Negara yang kuat adalah negara yang mampu mendengarkan kritik tanpa kehilangan persatuan.

Aceh telah membayar harga yang sangat mahal untuk sebuah perdamaian.

Jangan sampai generasi berikutnya hanya mewarisi cerita tentang perang.

Wariskan kepada mereka cerita tentang bagaimana musuh akhirnya memilih berdamai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9