Founder INF Creative, perusahaan penyedia layanan animasi, motion graphic, dan konten edukasi untuk perusahaan, institusi, maupun brand. Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan telah mengerjakan lebih dari 1000 video. https://infcreative.com/

"Kami butuh video yang menarik, cepat selesai, dan anggarannya masuk."
Kalimat seperti ini terdengar sederhana. Namun, bagi tim yang mengerjakannya, kata "menarik" bisa memiliki arti yang berbeda-beda.
HR membutuhkan materi yang mudah dipahami karyawan. Marketing ingin pesan yang membuat calon pelanggan tertarik. Sementara procurement perlu memastikan biaya, ruang lingkup, dan hasil pekerjaan sesuai kesepakatan.
Belakangan, ada satu tambahan dalam pembicaraan tersebut: "Bisa dibuat pakai AI?"
Sebagai founder perusahaan penyedia layanan animasi, motion graphic, dan konten edukasi untuk perusahaan, institusi, maupun brand, saya melihat pertanyaan ini sebagai kesempatan untuk membahas kebutuhan dengan lebih jelas.
Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun dan lebih dari 1.000 video yang telah dikerjakan bersama tim, saya menilai bahwa pilihan teknologi perlu mengikuti tujuan komunikasi. Sebelum menentukan bagaimana video dibuat, kita perlu tahu siapa yang akan menonton dan apa yang perlu mereka pahami.
Ambil contoh video tentang prosedur kerja baru.
Bagi HR, keberhasilannya terletak pada pemahaman karyawan. Apakah setelah menonton mereka tahu langkah yang harus dilakukan?
Marketing mungkin memiliki kebutuhan lain, seperti memperkenalkan layanan yang belum dikenal pasar. Videonya perlu memberi alasan mengapa layanan tersebut relevan bagi calon pelanggan.
Di sisi procurement, kedua kebutuhan tadi harus diterjemahkan menjadi brief yang cukup jelas untuk meminta dan membandingkan penawaran.