Founder INF Creative, perusahaan penyedia layanan animasi, motion graphic, dan konten edukasi untuk perusahaan, institusi, maupun brand. Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan telah mengerjakan lebih dari 1000 video. https://infcreative.com/
Dari sudut pandang penyedia layanan, saya menganggap pertanyaan "Apakah materi ini akan sering berubah?" sama pentingnya dengan pertanyaan tentang durasi.
Modul orientasi karyawan mungkin perlu diperbarui ketika ada perubahan kebijakan. Video produk bisa membutuhkan penyesuaian fitur. Materi kampanye mungkin perlu dibuat dalam beberapa versi untuk saluran yang berbeda.
Karena itu, harga produksi awal sebaiknya dilihat bersama kebutuhan penggunaannya.
Apakah perusahaan membutuhkan versi vertikal? Apakah akan ada perubahan bahasa? Siapa yang menyimpan file kerja? Berapa biaya untuk mengganti satu bagian narasi?
Membicarakan hal-hal tersebut sejak awal membantu tim internal menyusun anggaran dan membantu vendor menawarkan ruang lingkup yang sesuai.
AI Tidak Menghilangkan Kebutuhan akan Brief yang Jelas
Saya memahami mengapa perusahaan tertarik pada kemungkinan produksi yang lebih cepat. Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan naskah yang tepat, bahan yang benar, serta proses persetujuan yang tertata.
Jika tujuan video belum disepakati, teknologi tidak akan menyelesaikan kebingungan tersebut. Tim produksi bisa menghasilkan visual dengan cepat, tetapi hasilnya masih harus dirombak karena pesan yang diinginkan ternyata berbeda.
Saran saya, mulailah dari satu kebutuhan yang spesifik.
Untuk HR, pilih satu materi yang paling sering menimbulkan pertanyaan. Untuk marketing, tentukan satu pesan utama yang ingin diingat calon pelanggan. Procurement kemudian dapat membantu memastikan kebutuhan itu diterjemahkan menjadi pekerjaan dan hasil akhir yang jelas.
Setelah video digunakan, evaluasi responsnya. Apakah karyawan lebih memahami langkah kerja? Apakah calon pelanggan lebih mudah mengerti manfaat layanan? Apakah pembaruan materi bisa dilakukan tanpa proses yang menyulitkan?