Founder INF Creative, perusahaan penyedia layanan animasi, motion graphic, dan konten edukasi untuk perusahaan, institusi, maupun brand. Memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan telah mengerjakan lebih dari 1000 video. https://infcreative.com/
Dalam menilai pendekatan ini, perhatian saya ada pada urutan informasi. Apa yang perlu dipahami terlebih dahulu? Bagian mana yang perlu diberi contoh? Apa yang sebenarnya bisa dihapus dari naskah?
AI dapat membantu sebagian proses produksi, tetapi keputusan tersebut tetap membutuhkan pertimbangan manusia.
Procurement juga perlu memastikan apakah penawaran mencakup desain khusus, penggunaan template, dan penyerahan file sumber. Detail ini akan terasa manfaatnya saat perusahaan membutuhkan pembaruan.
3. Animasi Ilustratif: untuk Menjelaskan Situasi
Ada materi yang lebih mudah dipahami ketika disampaikan melalui cerita singkat.
Misalnya, daripada hanya menampilkan daftar aturan keamanan informasi, video bisa memperlihatkan seorang karyawan yang menerima email mencurigakan. Dari situ, penonton diajak memahami tindakan yang perlu dilakukan.
Animasi ilustratif, termasuk gaya whiteboard, bisa digunakan untuk pendekatan seperti ini.
Saya melihat format ini sebagai pilihan yang layak dipertimbangkan untuk materi etika kerja, pelayanan pelanggan, dan pengenalan kebijakan. Marketing juga bisa menggunakannya untuk menggambarkan masalah yang dihadapi pelanggan.
Khusus materi keselamatan kerja atau prosedur teknis, pemeriksaan oleh tim yang memahami substansi perlu masuk ke dalam jadwal produksi. Ilustrasi alat, posisi tubuh, dan urutan tindakan harus sesuai dengan prosedur yang dijelaskan.
4. Visual Sinematik AI: untuk Suasana dan Gagasan
Marketing terkadang membutuhkan visual yang menggambarkan aspirasi, suasana, atau gagasan yang belum bisa direkam secara langsung.