Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Nah, di sini tugas menangani hewan qurban beralih ke mamah-mamah yang sudah siap dengan pisaunya masing-masing. Memisahkan tulang dan daging nya, untuk dibagi sesuai pembagian nya.

Kulit dan tulang dibagi tersendiri. Begitu pula daging nya. Dewan pertimbangan, maksudnya mamah-mamah yang bagian menimbang, membagi sesuai berat yang sudah dihitung dan disepakati.

"Tulangnya jangan bersih-bersih, sisakan dagingnya, biar nanti yang kita masak masih bisa dikerokoti. Jangan sampai cuma merebus tulang, nggak empuk- empuk karena nggak ada dagingnya!" Hehehe...

Para mamah berbisik-bisik sambil memisahkan tulang dan daging. Asyik kan kalau tulang nya masih berdaging, bisa buat tengkleng.

Untuk jeroan seperti isi babat, dibawa ke sungai untuk dicuci, dan yang mau boleh ambil sesukanya, kecuali untuk jeroan seperti hati, paru, dan organ lain menjadi bagian yang berqurban dan yang menangani hewan qurban secara langsung.

Usai terbagi sesuai jumlah penerima, daging dimasukkan kresek yang sudah diberi nama. Karena sebagian besar mamah-mamah warga RT 11 sudah hadir bergotong royong memproses daging, jadi urusan distribusi menjadi lebih mudah, tinggal langsung di bagikan, dan dibawa pulang sendiri -sendiri. Hanya untuk beberapa yang tidak hadir, barulah diantar oleh anak-anak yang ikut membantu penanganan daging qurban.