Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Bismillahirrahmanirrahim...
Sebelum berbicara tentang mengolah daging qurban, jarang yang tahu bagaimana penanganan hewan qurban dilakukan.
Biasanya langsung diserahkan pada tukang profesional. Tapi di Desa, biasanya penanganan hewan qurban dilakukan secara gotong royong. Yuk kita kepoin!
Penanganan pertama hewan qurban adalah penyembelihan yang dilakukan oleh ahlinya. Jagal yang berpengalaman sekaligus yang paham ilmu agama.

Kambing yang sudah disembelih, kemudian dipompa sampai keras dan membesar.
Kambing diangkat ke atas gerobak sorong, dan dibakar dengan api dari selang gas. Kemudian dikerok dengan bilah bambu yang dipotong dari bambu utuh yang dipotong persegi panjang.

Dengan bambu ini, bulu kambing dikerok sampai bersih beramai-ramai, sehingga cepat selesai.
Lanjut kambing digantung dan dikuliti. Kemudian dipotong-potong dalam ukuran besar.
Nah, di sini tugas menangani hewan qurban beralih ke mamah-mamah yang sudah siap dengan pisaunya masing-masing. Memisahkan tulang dan daging nya, untuk dibagi sesuai pembagian nya.

Kulit dan tulang dibagi tersendiri. Begitu pula daging nya. Dewan pertimbangan, maksudnya mamah-mamah yang bagian menimbang, membagi sesuai berat yang sudah dihitung dan disepakati.

"Tulangnya jangan bersih-bersih, sisakan dagingnya, biar nanti yang kita masak masih bisa dikerokoti. Jangan sampai cuma merebus tulang, nggak empuk- empuk karena nggak ada dagingnya!" Hehehe...

Para mamah berbisik-bisik sambil memisahkan tulang dan daging. Asyik kan kalau tulang nya masih berdaging, bisa buat tengkleng.

Untuk jeroan seperti isi babat, dibawa ke sungai untuk dicuci, dan yang mau boleh ambil sesukanya, kecuali untuk jeroan seperti hati, paru, dan organ lain menjadi bagian yang berqurban dan yang menangani hewan qurban secara langsung.

Usai terbagi sesuai jumlah penerima, daging dimasukkan kresek yang sudah diberi nama. Karena sebagian besar mamah-mamah warga RT 11 sudah hadir bergotong royong memproses daging, jadi urusan distribusi menjadi lebih mudah, tinggal langsung di bagikan, dan dibawa pulang sendiri -sendiri. Hanya untuk beberapa yang tidak hadir, barulah diantar oleh anak-anak yang ikut membantu penanganan daging qurban.

Nah, semua sudah menerima pembagian daging qurban. Sekarang tinggal mengolah daging qurban menjadi masakan yang diinginkan.

Buat apa?
Kalau saya, biasanya mengambil bagian tulang yang masih ada dagingnya, seperti iga. Pertama pasti nya direbus dulu bersama kulitnya.
Apa saja yang saya masak?
1. Tengkleng
Tengkleng ini seperti gule, tapi lebih encer dan yang saya masak tulang yang masih ada dagingnya. Kalau gule biasanya yang dimasak seperti kulit dan jeroannya.

2. Oseng Kikil
Oseng Kikil (kulit) ini biasanya menjadi makanan favorit suami. Tapi memasak nya harus empuk betul biar gampang dikunyah.

3. Sate
Biasanya sate menjadi favorit banyak orang untuk memasak hewan qurban. Tapi saya justru jarang membuatnya, kecuali suami dan anak- anak ingin membuatnya. Saya sedikit malas menyiapkan perapian dan arangnya. Apalagi sate lebih enak dinikmati saat hangat, kalau sudah lama biasanya jadi keras dagingnya.
4. Gule dan Tongseng

Kenapa gule dan Tongseng saya tulis sekaligus? Untuk gule, biasanya yang saya masak adalah daging dan lemaknya.
Nah, untuk membuat tongseng, cukup mengambil gule beberapa porsi, dipanaskan, setelah mendidih tinggal ditambah kecap, kol(kubus), tomat, dan daun bawang. Tambahkan bawang merah goreng untuk sentuhan terakhir. Gampang kan?

5. Tumis daging
Malas masak daging yang ribet dengan aneka rempah?
Cukup potong daging tipis agak lebar, kemudian iris bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe hijau, dan cabe rawit utuh.
Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan daging yang sudah diiris tipis, tumis sampai berubah warna dan setengah matang.
Tambahkan sedikit air, dan tambahkan jahe geprek , laos dan daun salam. Masak sampai matang dan air tinggal sedikit. Masukkan garam, gula, kecap dan kaldu bubuk(kalau suka, bisa diskip kalau tak suka). Masukkan aneka cabe dan tomat. Aduk sampai daging matang dan sedikit berminyak. Angkat, siap dihidangkan.