Muhamad Arif
Muhamad Arif Mahasiswa

Undergraduate Film and Television Student in Universitas Pendidikan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Video

Analisis Rekonstruksi Naratif Dunia Dystopia Film The Maze Runner Melalui Pendekatan Neoformalismus David Bordwell dan Teori Abjeksi Barbara Creed

2 Juni 2026   20:50 Diperbarui: 2 Juni 2026   22:28 142 1 0

Makna dystopia dalam The Maze Runner berkembang dibandingkan dengan versi novelnya melalui adaptasi visual ini. Novelnya menampilkan detail psikologis internal dan penjelasan logis tentang latar belakang eksperimen, sedangkan filmnya menampilkan dialektika antara ruang dan tubuh. Di hadapan penonton, tubuh-tubuh muda yang penuh energi dipaksa berbenturan dengan dinding beton yang dingin dan keras yang tidak peduli. Labirin berfungsi sebagai sarana sinematik untuk mengurung, mengklasifikasikan, dan mendisiplinkan tubuh-tubuh tersebut; konsep ini mirip dengan konsep institusi disipliner kontemporer. Berhasil, fiksi ilmiah menjadi sebuah pengalaman film yang menggugah kesadaran penonton akan bahaya fasisme dan sains yang kehilangan kemanusiaannya berkat kombinasi alur cerita yang cepat dan visualisasi monster biomekanis yang mengerikan.

IV. Kesimpulan

Analisis mendalam menghasilkan kesimpulan bahwa film The Maze Runner (2014) adalah adaptasi yang berhasil yang memanfaatkan fitur unik medium sinematik untuk merekonstruksi cerita. Film ini terbukti mampu mengonversi materi cerita (fabula) yang rumit dari novel James Dashner menjadi susunan plot (syuzhet) yang padat, ekonomis, dan fokus, menggunakan perspektif Teori Naratif Neoformalisme David Bordwell. Penggunaan narasi terbatas (restricted knowledge) dengan menghilangkan kemampuan telepati karakter dan menyembunyikan informasi tentang dunia luar, berhasil membawa penonton ke dalam tingkat disorientasi kognitif yang sebanding dengan yang dialami oleh karakter utama, Thomas. Hal ini segera menciptakan suasana gelap yang sangat penting untuk sebuah cerita dunia dystopia.

Teori Abjeksi dan Monstrous-Feminine dari Barbara Creed kemudian meningkatkan ketegangan formal yang dibangun melalui struktur plot tersebut secara sosiopsikologis. Sebagai hasil dari analisis, ketakutannya yang sebenarnya dari dunia dystopia The Maze Runner tidak hanya terletak pada isolasi fisik karakter di The Glade, tetapi juga pada perjuangan terus-menerus mereka dengan hal-hal absurd. Monster Griever adalah makhluk abjek biomekanis yang merusak batas suci antara yang organik dan yang sibernetik, sementara labirin yang bergeser melambangkan ketidakstabilan batas tatanan simbolik. Selain itu, kehadiran Dr. Ava Paige sebagai pemimpin organisasi WCKD menunjukkan represi otoriter yang digerakkan oleh figur perempuan yang mengerikan dan mengerikan, sebuah otoritas ibu yang mengubah naluri merawat menjadi penggunaan dan pembunuhan generasi muda untuk mempertahankan struktur kekuasaan.

Secara teoretis, penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan metode formalis David Bordwell dan psikoanalisis kultural Barbara Creed dapat menghasilkan analisis media yang kaya dan multidimensi. Sinergi antara pembatasan informasi film dan visualisasi ruang abjek berhasil membawa novel ke layar lebar. Ini juga memperkuat kritik penting tentang genre dystopia tentang bagaimana kekuasaan totalitarian di masa depan menggunakan manipulasi pengetahuan, tata ruang yang opresif, dan desakralisasi batas-batas manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Ball, W. (Sutradara). (2014). The Maze Runner [Film]. 20th Century Fox.

Bordwell, D. (1985). Narration in the fiction film. University of Wisconsin Press.

Bordwell, D. (2008). Poetics of cinema. Routledge.

Creed, B. (1993). The monstrous-feminine: Film, feminism, psychoanalysis. Routledge.

Dashner, J. (2009). The maze runner. Delacorte Press.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5