Puspa Yunita adalah penulis lepas yang aktif menuangkan cerita melalui cerpen, puisi, dan artikel dengan tema kehidupan, sosial, dan pengalaman personal. Berangkat dari keseharian yang dekat dengan dunia pendidikan dan komunitas, ia menghadirkan tulisan yang sederhana namun sarat makna. Baginya, menulis adalah cara untuk menyuarakan hal-hal kecil yang sering terabaikan, sekaligus merawat rasa dalam setiap perjalanan hidup.

Bapak Jumono salah satu Penggugat Citizens lawsuit (Sumber: Dokumen Pribadi)
No. 725/Pdt.G/PN.Jkt.Pst dan Krisis Akses Pendidikan Dasar
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, tercatat lebih dari 260.000 pendaftar untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Namun, hanya 117.655 siswa yang diterima di sekolah negeri. Artinya, sebanyak 142.345 calon siswa tidak mendapatkan akses ke pendidikan negeri.
Angka ini bukan sekadar statistik. Ia adalah potret nyata dari persoalan sistemik dalam pemenuhan hak pendidikan.
Sebagian besar dari ratusan ribu anak tersebut terpaksa mengarah ke sekolah swasta yang berbayar. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi lemah, situasi ini membuka risiko serius: putus sekolah.
Kondisi ini terus berulang setiap tahun.
Lebih jauh, sistem seleksi yang ada justru mempersempit peluang bagi banyak calon siswa:
Terbentur usia dalam seleksi
Tidak memiliki sekolah negeri di wilayah domisili
Tidak menerima bantuan seperti KJP