Puspa Yunita adalah penulis lepas yang aktif menuangkan cerita melalui cerpen, puisi, dan artikel dengan tema kehidupan, sosial, dan pengalaman personal. Berangkat dari keseharian yang dekat dengan dunia pendidikan dan komunitas, ia menghadirkan tulisan yang sederhana namun sarat makna. Baginya, menulis adalah cara untuk menyuarakan hal-hal kecil yang sering terabaikan, sekaligus merawat rasa dalam setiap perjalanan hidup.
Diskusi antara para penggugat dimulai sebagai respon atas banyaknya siswa yang tidak diterima di sekolah negeri melalui sistem SPMB.
17 Juli 2025 – Pemberian Kuasa Hukum
Para penggugat menunjuk tim advokat dari Praevia Law sebagai kuasa hukum.
22 September 2025 – Penyusunan Gugatan
Penyusunan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dimulai melalui serangkaian diskusi intens antara penggugat dan kuasa hukum.
Akhir Oktober 2025 – Pendaftaran Gugatan
Gugatan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap enam pihak tergugat.
5 November 2025 – Sidang Perdana
Sidang awal digelar dengan agenda pemeriksaan dokumen dan legal standing, namun ditunda karena kelengkapan pihak tergugat belum terpenuhi.
12 November 2025 – Pemeriksaan Lanjutan
Legal standing para pihak dilengkapi dan dokumen gugatan diserahkan kepada majelis hakim.