Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Study Tour "Yang Benar": Kunjungi Sekolah Jenjang Lebih Tinggi

18 Mei 2024   13:24 Diperbarui: 18 Mei 2024   13:24 1046 6 4

Study Tour Yang Benar: Kunjungi Sekolah Jenjang Lebih Tinggi


Kegiatan study tour, karya wisata, atau istilah sejenis sudah ada sejak puluhan tahun silam di Indonesia. Pada waktu saya duduk di bangku sekolah dasar tahun 1970-an sudah ada kegiatan study tour. Pada waktu SD itu kegiatan study tour-nya berkunjung ke pabrik gula. Aktivitas selama di pabrik gula itu tentu saja melihat secara langsung proses pembuatan gula dengan bahan dasar tanaman tebu.

Dokpri
Dokpri
Kemudian pada saat SMP tahun 1980-an, study tour-nya mengunjungi Mrapen, Kuwu, dan Pantai Kartini. Mrapen adalah objek wisata yang menampilkan api abadi. Api menyala terus tidak pernah padam meskipun terguyur hujan deras (informasi lebih lanjut, silakan baca di sini).

Selanjutnya Kuwu adalah tempat di persawahan yang jauh dari laut tetapi menghasilkan garam (informasi lebih lanjut, silakan baca di sini).

Objek berikutnya yang kami kunjungi semasa SMP adalah pantai yang cukup menarik untuk didatangi (informasi lebih lanjut, silakan baca di sini).

Daya ingat saya masih bagus. Itu artinya kegiatan study tour memang sangat mengesankan bagi anak-anak sekolah pada jenjang rendah (SD dan SMP).

 Guru dan Kepala Sekolah Perlu Studi Tiru

Selain anak-anak sekolah, para guru dan kepala sekolah perlu melakukan studi tiru. Istilah studi tiru untuk mengimbangi istilah studi banding yang sudah lebih dikenal sebelumnya. Ada pula digunakan istilah studi komparasi dan sebagainya.

Dokpri
Dokpri
Kegiatan pada intinya sama, yaitu ada rombongan orang berangkat bersama-sama dari suatu tempat (daerah) ke tempat lain yang diinginkan.

Tempat yang dikunjungi dalam study tour bisa level satu kecamatan, satu kabupaten, antarkabupaten, antarprovinsi, bahkan antarpulau di Indonesia.

Selain siswa atau pelajar, para guru dan kepala sekolah juga perlu melakukan kunjungan ke tempat lain untuk bertemu dengan rekan sejawat. Pada pertemuan tersebut pasti ada "sharing" yang bermanfaat untuk dijadikan pengalaman berharga.

Dengan mengunjungi daerah orang lain, sedikit banyak akan ada pembelajaran. Ada sesuatu yang dapat ditiru atau dikembangkan di daerah asal mereka masing-masing.

Paling Tepat berkunjung ke Jenjang Sekolah Lebih Tinggi

Untuk pelajar kelas akhir, sebaiknya melakukan study tour ke jenjang sekolah di atasnya. Sebagai gambaran, untuk anak-anak PAUD atau Taman Kanak-Kanak sebaiknya melakukan study tour ke SD/ MI yang unggul atau berprestasi. Kemudian para pelajar SMP berkunjung ke SMA atau SMK yang cukup terkemuka atau banyak menghasilkan pelajar berprestasi. Demikian gambaran yang dapat dikembangkan.

Terkait kegiatan rekreasi, itu merupakan bonus atau kegiatan tambahan. Peserta boleh tidak mengikuti acara rekreasi. Study tour yang utama adalah berkunjung ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Mengapa berkunjung ke jenjang sekolah lebih tinggi itu penting? Tentu saja terkait dengan kelanjutan studi siswa yang bersangkutan. Dengan melihat secara langsung kondisi sekolah yang dikunjungi, seorang anak akan dapat membuat keputusan, lebih baik melanjutkan sekolah ke mana.

Dalam medsos pernah saya baca, ada seorang guru PAUD yang mengeluh karena merasa sudah letih dan lelah mendidik anak saat di PAUD, kemudian pas mau masuk SD, sang anak takut masuk ke SD. Ada apa ini? Untuk itu, sangat perlu anak-anak PAUD dikenalkan dengan sekolah jenjang di atasnya, yaitu sekolah dasar/MI melalui acara study tour.

Kepala Sekolah SMP PPU ke SMP 1 Galur Kulonprogo

Dalam rangka meningkatkan semangat mengelola sekolah yang dipimpinnya, para kepala SMP Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan studi tiru ke SMP 1 Galur pada 25 Juli 2023.

Tayangan MKKS Kulon Progo (dokpri)
Tayangan MKKS Kulon Progo (dokpri)
Pada saat rombongan berkunjung ke sana disambut dengan kesenian daerah (karawitan) yang diperagakan oleh para pelajar. Kita mengetahui bahwa gamelan biasanya dimainkan oleh orang dewasa. Ternyata di SMP 1 Galur, anak-anak sudah belajar membunyikan gamelan dan bernyanyi mengikuti irama musik gamelan tersebut.

Demikian sekilas ulasan mengenai study tour, studi komparasi, dan studi tiru. Semoga kita selalu dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang sudah lewat.

Penajam Paser Utara, 18 Mei 2024 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2