Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Alhamdulillah PSB SMP Labschool Jakarta Tak Pernah Sepi dan Berjalan Lancar

8 Februari 2026   11:56 Diperbarui: 8 Februari 2026   19:15 278 15 9

buku psb panduan smp labschool jakarta/dokpri
buku psb panduan smp labschool jakarta/dokpri

PSB SMP Labschool Jakarta Selalu Diserbu Peminat, dan Omjay sudah 33 Tahun Menjadi Saksi Sekolah yang Tak Pernah Kehilangan Kepercayaan dari masyarakat. PSB SMP Labschool Jakarta Tak Pernah Sepi. 

Selain itu anak Labschool juga keren keren. Putra putrinya beken beken. Semua orang pada pengen masuk labschool yang terkeren.

Omjay yang sudah 33 Tahun mengabdikan diri di Labschool Menjadi Saksi Sekolah yang Selalu Dipercaya Orang Tua Murid.   Alhamdulillah pelaksanaan PSB SMP Labschool Jakarta berjalan lancar dan aman hari ini, Minggu 8 Februari 2026.

Setiap tahun ajaran baru, satu nama hampir selalu muncul dalam percakapan para orang tua di Jakarta dan sekitarnya: SMP Labschool Jakarta. Penerimaan Siswa Baru (PSB) sekolah ini tak pernah sepi peminat. 

Bahkan, boleh dibilang selalu ramai, padat, dan penuh harapan. Dari tahun ke tahun, jumlah pendaftar terus melampaui daya tampung yang tersedia.

Fenomena ini bukan sekadar cerita tentang sekolah favorit. Lebih dari itu, PSB SMP Labschool Jakarta telah menjadi cermin kepercayaan publik terhadap pendidikan yang konsisten menjaga mutu, nilai, dan kemanusiaan.

Di tengah hiruk-pikuk pendaftaran, seleksi, dan pengumuman kelulusan, ada satu sosok yang diam-diam menjadi saksi sejarah panjang sekolah ini: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, yang akrab disapa Omjay. Selama 33 tahun mengabdi sebagai guru di Labschool, Omjay melihat langsung bagaimana sekolah ini tumbuh, berubah, namun tidak pernah kehilangan ruh pendidikannya.

PSB yang Selalu Ramai, Bukan Kebetulan

Ramainya PSB SMP Labschool Jakarta bukan terjadi secara tiba-tiba. Ia dibangun dari kepercayaan jangka panjang. Orang tua tidak sekadar mendaftarkan anak ke sekolah ini karena prestise, tetapi karena keyakinan bahwa Labschool mampu mendidik anak secara utuh---akademik, karakter, dan kemanusiaan.

Setiap tahun, antrean pendaftar menjadi pemandangan yang nyaris sama. Formulir pendaftaran cepat habis, jadwal seleksi dipadati calon siswa, dan ruang diskusi orang tua dipenuhi harap sekaligus kecemasan. Seleksi memang ketat, tetapi tetap dijalankan dengan prinsip objektif dan profesional.

Labschool Jakarta sejak awal dikenal sebagai laboratorium pendidikan di bawah naungan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Artinya, sekolah ini bukan hanya tempat belajar siswa, tetapi juga tempat nilai-nilai pendidikan terbaik diuji dan dikembangkan.

Omjay dan 33 Tahun Pengabdian Tanpa Henti

Bagi Omjay, Labschool bukan sekadar tempat bekerja. Ia adalah rumah pengabdian. Tiga puluh tiga tahun mengajar di Labschool membuat Omjay paham betul denyut nadi sekolah ini---dari perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, hingga pergeseran karakter peserta didik lintas generasi.

"Sekolah ini mengajarkan saya bahwa guru bukan pusat pengetahuan, tetapi pendamping perjalanan hidup anak," ujar Omjay dalam salah satu refleksinya.

Sebagai Guru Blogger Indonesia, Omjay dikenal luas karena konsistensinya menulis tentang pendidikan dengan hati. Namun di balik tulisan-tulisan itu, ada praktik nyata yang ia jalani setiap hari di Labschool: mengajar dengan empati, mendidik dengan keteladanan.

Omjay menyaksikan sendiri ribuan siswa datang dan pergi. Ada yang masuk dengan kemampuan biasa saja, lalu tumbuh menjadi pribadi luar biasa karena lingkungan sekolah yang mendukung. Ada pula yang cerdas sejak awal, namun tetap dibentuk karakternya agar tidak kehilangan rendah hati.

Sekolah yang Tidak Hanya Mengejar Nilai

Salah satu alasan mengapa PSB SMP Labschool Jakarta selalu ramai adalah karena sekolah ini tidak menjual janji instan. Labschool tidak menjanjikan semua siswanya pasti juara, tetapi menjanjikan proses pendidikan yang jujur dan bermakna.

Bagi Omjay, inilah kekuatan Labschool yang sesungguhnya.

"Nilai bisa dicapai dengan belajar keras, tapi karakter dibentuk dengan keteladanan yang konsisten," tulis Omjay dalam salah satu artikelnya.

Budaya literasi yang kuat, pembiasaan berpikir kritis, kegiatan seni dan olahraga, hingga pembelajaran berbasis teknologi dijalankan secara seimbang. Anak tidak dipaksa menjadi seragam, tetapi dibantu menemukan versi terbaik dari dirinya.

PSB Bukan Sekadar Lolos atau Tidak

Setiap musim PSB, selalu ada cerita bahagia dan cerita haru. Ada anak yang diterima, ada pula yang belum berkesempatan bergabung. Omjay kerap mengingatkan para orang tua bahwa PSB bukanlah vonis masa depan anak.

"Sekolah favorit tidak menentukan masa depan anak, tapi proses pendidikan yang bermakna akan menentukan arah hidupnya," pesan Omjay.

Labschool sendiri terus berupaya menjaga agar proses PSB tidak menjadi beban psikologis berlebihan bagi anak. Seleksi dilakukan untuk memetakan kesiapan, bukan untuk memberi label pintar atau tidak pintar.

Kepercayaan yang Dijaga, Bukan Diburu

Selama 33 tahun, Omjay melihat satu hal yang tidak pernah berubah dari Labschool: komitmen menjaga kepercayaan. Sekolah ini tidak sibuk mengejar citra, tetapi fokus merawat mutu. Tidak tergoda tren sesaat, tetapi setia pada nilai dasar pendidikan.

Itulah sebabnya, setiap tahun PSB SMP Labschool Jakarta selalu ramai. Kepercayaan yang dijaga dengan konsistensi akan selalu menemukan jalannya sendiri.


Penutup

PSB SMP Labschool Jakarta yang selalu diserbu peminat bukan sekadar cerita tentang sekolah favorit. Ia adalah kisah tentang kepercayaan yang dirawat puluhan tahun, tentang guru-guru yang mengajar dengan hati, dan tentang sosok seperti Omjay yang setia mengabdi selama 33 tahun tanpa pernah kehilangan cinta pada dunia pendidikan.

Di tengah kompetisi sekolah dan hiruk-pikuk pencitraan, Labschool Jakarta berdiri dengan caranya sendiri: tenang, konsisten, dan bermakna. Dan mungkin, itulah alasan mengapa setiap tahun, selalu ada ribuan orang tua yang percaya dan berkata, "Di sinilah kami ingin menitipkan masa depan anak kami."

Pada akhirnya, ramainya PSB SMP Labschool Jakarta setiap tahun bukan sekadar tentang kursi yang diperebutkan, melainkan tentang kepercayaan yang dirawat puluhan tahun---dan melalui pengabdian Omjay selama 33 tahun, kita belajar bahwa sekolah sejati adalah yang mendidik dengan hati, bukan sekadar mengajar dengan angka. 

Demikialah kisah Omjay kali ini tentang Alhamdulillah PSB SMP Labschool Jakarta Tak Pernah Sepi dan Berjalan Lancar. Semoga Labschool semakin jaya. Aamiin ya robbal alamiin.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

omjay guru blogger Indonesia/dokpri
omjay guru blogger Indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4