Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
1. Menjelang Berbuka (30 sampai 45 menit sebelum Maghrib)
Ini adalah waktu favorit saya. Energi memang sudah menurun, tetapi justru di sinilah latihan mental terbentuk. Jalan kaki ringan di sekitar rumah sambil menunggu adzan Maghrib terasa menenangkan. Ketika keringat mulai keluar dan adzan berkumandang, sensasi berbuka menjadi jauh lebih nikmat.
2. Setelah Tarawih
Jika tubuh masih cukup bertenaga, saya melakukan latihan ringan setelah shalat Tarawih. Tidak lama, hanya sekitar 20 sampai 30 menit. Fokusnya pada peregangan, plank, push-up ringan, dan gerakan tubuh sederhana agar otot tetap aktif.
Saya menghindari olahraga berat di siang hari karena risiko dehidrasi cukup tinggi.
Menjaga Niat dan Konsistensi
Olahraga selama puasa bukan sekadar aktivitas fisik. Ini adalah latihan kedisiplinan. Ketika rasa malas datang, saya mengingat kembali tujuan: menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan.
Tubuh adalah kendaraan ibadah. Jika ia lemah, ibadah pun terasa berat. Maka merawatnya adalah bagian dari syukur.
Saya belajar untuk tidak memaksakan diri. Jika tubuh terasa sangat lelah, saya memilih istirahat. Puasa bukan ajang pembuktian kekuatan fisik, melainkan pengendalian diri.
Pola Makan dan Hidrasi
Rutinitas olahraga selama puasa tentu harus diimbangi dengan pola makan yang tepat.