Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Omjay menghitung pakai jari. Kalau shalat Dzuhur di rumah dapat 1, di masjid bisa dapat 27. Sehari semalam 5 waktu. Kalau semua berjamaah, berarti sempurna. Sempurna bukan karena bacaannya paling bagus. Tapi karena usaha datangnya, karena berjamaahnya.
"Berarti selama ini saya banyak buang pahala," pikir Omjay.
Sejak itu Omjay pasang alarm 10 menit sebelum adzan. Ambil wudhu di rumah, biar tenang. Jalan pelan ke masjid. Tidak lari. Karena tiap langkah itu hitungan.
Hadits yang menampar
Suatu Jumat, khatib membacakan hadits riwayat Abdullah bin Mas'ud. Hadits yang sama yang Omjay pernah baca di selebaran:
"Siapa yang ingin bertemu dengan Allah kelak sebagai seorang muslim yang sempurna, maka hendaknya dia selalu shalat berjamaah setiap mendengar adzan. Karena Allah telah mengukuhkan hukum-hukum agama kepada Nabi-Nya, diantaranya ialah shalat berjamaah itu. Andaikata kalian shalat sendirian di rumah tidak datang ke masjid seperti halnya orang-orang yang tidak datang ini, berarti kalian meninggalkan sunnah nabi. Apabila kalian meninggalkan sunnah nabi berarti kalian sesat."
Omjay terdiam. Kata "sesat" itu berat. Dia pulang tidak langsung masuk rumah. Duduk dulu di teras.
Omjay ingat sekali 25 tahun lalu. Waktu anak pertamanya lahir, dia sibuk kerja. Adzan Dzuhur lewat. Adzan Ashar lewat. "Nanti dijamak," katanya. Tapi tidak pernah dijamak.
Omjay ingat juga temannya, Pak Slamet. Sehat, kuat, rumahnya 2 gang dari masjid. Tapi tiap ditanya kok tidak ke masjid, jawabnya: "Di rumah aja, sama aja." Sekarang Pak Slamet sudah meninggal 2 tahun lalu. Meninggal di rumah, pas siang, tidak sempat shalat.
Omjay menarik napas. "Ya Allah penguasa bumi, jangan jadikan aku termasuk manusia yang lalai."
Mengajak, bukan memaksa