Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Langkah Ke Masjid Yang Mengubah Segalanya

13 Juli 2026   04:04 Diperbarui: 13 Juli 2026   09:35 207 6 1

Setelah istiqamah, Omjay tidak jadi ustadz. Omjay adalah tetap Omjay yang suka bercanda. Tapi Omjay mulai mengajak orang lain.

Ke anaknya, "Nak, temenin bapak ke masjid yuk. Sekali aja."
Ke tetangga sebelah, "Bang, udah adzan. Bareng?"
Ke tukang ojek pangkalan, "Mari Pak, kita kejar pahala 27 kali lipat."

Ada yang ikut. Ada yang nolak halus. Omjay tidak pernah maksa. Dia ingat, hidayah itu urusan Allah. Tugasnya cuma menyampaikan dan mencontohkan.

Istri Omjay, Bu Siti, awalnya heran. "Kok ayah sekarang paling depan terus kalau shalat?"
Lalu Omjay jawab, "Biar kalau dipanggil, kita lagi dalam keadaan terbaik. Lagi sujud."

Bu Siti akhirnya ikut. Sekarang tiap Maghrib mereka berangkat bareng. Anak-anak juga. Rumah jadi lebih tenang. Kami merasa semakin dekat dengan Allah SWT.


Bonus yang tidak terlihat

Sudah 5 tahun Omjay rutin sholat berjamaah. Apa yang Omjay dapat?

Bukan uang. Bukan rumah baru. Tapi hati ini jauh lebih tenang. Tidur jauh lebih nyenyak. Hubungan Omjay dengan anak-anak lebih dekat karena sering ketemu di masjid. Dan yang paling penting, rasa takut akan "terlambat" itu hilang. Berganti jadi rasa siap.

Suatu hari hujan besar turun di Jatibening. Air selutut. Omjay tetap berangkat sholat Isya. Basah kuyup. Sampai masjid, Pak Udin bilang, "Gila Pak Jay, hujan gini maksa."

Omjay tertawa. "Ingat Kek Rohim, Pak. Dia dipapah aja mau. Masa saya yang masih kuat ngeluh hujan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6