Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Dari Ruang Kelas SMP Labschool Jakarta Ke Kampus CUMT China

1 Agustus 2026   21:38 Diperbarui: 2 Agustus 2026   05:40 81 3 0

Budaya tersebut tidak hanya terlihat dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga sangat terasa di lingkungan pendidikan. Perkuliahan dimulai tepat waktu, mahasiswa datang dengan persiapan yang matang, dan setiap kegiatan akademik berlangsung secara efektif. 

Dari pengalaman sederhana itu saya belajar bahwa disiplin bukan sekadar aturan, melainkan bagian dari budaya yang dibangun secara konsisten sejak usia dini.

Memasuki kampus-kampus di China memberikan pengalaman yang sulit dilupakan. Bangunan yang modern berpadu dengan ruang terbuka yang nyaman untuk belajar dan berdiskusi. Perpustakaan menjadi salah satu pusat aktivitas mahasiswa. 

Ruang-ruang baca dipenuhi mahasiswa yang serius belajar, berdiskusi, maupun mengerjakan proyek penelitian. Kampus tidak hanya menjadi tempat mengikuti kuliah, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar ide, melakukan eksperimen, dan mengembangkan kreativitas. Suasana akademik yang begitu hidup memperlihatkan bahwa belajar tidak berhenti ketika dosen selesai menyampaikan materi di kelas.

Saya juga terkesan dengan cara dosen membangun proses pembelajaran. Perkuliahan tidak hanya berlangsung dalam bentuk ceramah satu arah. Mahasiswa didorong untuk aktif bertanya, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata. 

Banyak mata kuliah menggunakan pendekatan berbasis proyek sehingga mahasiswa bekerja dalam kelompok untuk menghasilkan karya atau penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

Pembelajaran menjadi lebih dinamis karena mahasiswa benar-benar dilibatkan sebagai subjek utama dalam proses belajar. Dari sinilah saya memahami bahwa pendidikan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Hal lain yang sangat menarik perhatian adalah hubungan erat antara kampus dengan dunia industri. Banyak laboratorium penelitian bekerja sama dengan perusahaan teknologi, lembaga pemerintah, maupun berbagai institusi internasional. 

Mahasiswa memperoleh kesempatan melakukan penelitian yang langsung berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Mereka tidak hanya mempelajari konsep di ruang kuliah, tetapi juga memahami bagaimana ilmu pengetahuan dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan masyarakat. 

Pendekatan ini membuat pendidikan terasa lebih relevan dan memberikan motivasi yang tinggi kepada mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkreativitas. Itulah mengapa china sellau unggul dengan negara lainnya di dunia.

Selama mengikuti berbagai kegiatan akademik, saya juga melihat bagaimana teknologi telah menjadi bagian alami dari kehidupan kampus. Berbagai perangkat digital digunakan untuk mendukung pembelajaran, mulai dari papan tulis interaktif, laboratorium virtual, sistem pembelajaran daring, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam penelitian. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7