Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Dari Ruang Kelas SMP Labschool Jakarta Ke Kampus CUMT China

1 Agustus 2026   21:38 Diperbarui: 2 Agustus 2026   05:40 81 3 0

Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi langsung membuat karya. Mereka merancang robot sederhana, memecahkan masalah lingkungan, hingga menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Belajar menjadi pengalaman nyata, bukan sekadar menghafal.

2. Integrasi STEAM yang Sesungguhnya

Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics tidak diajarkan secara terpisah. Semua mata pelajaran saling terhubung dalam satu proyek sehingga siswa terbiasa berpikir lintas disiplin.

3. Guru Berperan sebagai Fasilitator

Guru tidak mendominasi kelas. Mereka lebih banyak membimbing, memberikan pertanyaan pemantik, dan mendampingi siswa menemukan jawaban sendiri. Hal ini membangun rasa percaya diri dan kreativitas peserta didik.

4. Budaya Bertanya dan Berdiskusi

Siswa terbiasa mengemukakan pendapat, bertanya, bahkan berbeda pandangan dengan guru secara santun. Kelas menjadi ruang dialog, bukan hanya tempat menerima materi.

5. Pemanfaatan Teknologi Secara Bermakna

Artificial Intelligence, papan tulis digital, laboratorium virtual, hingga robotika digunakan untuk memperdalam pemahaman siswa, bukan sekadar menunjukkan kecanggihan teknologi.

6. Disiplin yang Menjadi Budaya

Ketepatan waktu, tanggung jawab, dan kemandirian terlihat di kampus maupun sekolah. Disiplin bukan karena takut dihukum, melainkan telah menjadi kebiasaan sehari-hari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7